Home / Ulama / Ust. Salim A Fillah / Di Madinah Salim A Fillah Ingatkan Pentingnya Fiqih Dakwah
Salim-A-Fillah-di-Madinah-copy-3153rb5a1ioocp09hhzshs

Di Madinah Salim A Fillah Ingatkan Pentingnya Fiqih Dakwah

Kompleksnya problem dan tantangan dakwah Islam di Tanah Air menarik perhatian penulis buku Salim A Fillah untuk mengingatkan para dai akan pentingnya memahami fiqih dakwah dalam menjalankan dakwah.

Hal tersebut disampaikan Salim saat bertatap muka dengan hidayatullah.com usai mengikuti pengajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Kamis (24/3/2016) malam.

Menurutnya, kisah Nabi Muhammad –Shallallahu Alaihi Wasallam– saat mengutus Muadz bin Jabal –Radhiyallahu Anhu– ke Yaman sebagai dai dan gubernur, seperti disebutkan dalam hadits, bisa menjadi rujukan memahami fiqih dakwah.

“Pesan pertama yang disampaikan Nabi kepada Muadz adalah informasi bahwa dia akan menghadapi kaum Ahlul Kitab di Yaman. Maka penting bagi dai untuk mengetahui siapa yang akan dia dakwahi agar metode dakwah bisa cocok untuknya, inilah fiqih berdakwah,” kata Salim.

“Pesan Nabi selanjutnya adalah mengajak Ahlul Kitab kepada Tauhid; bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bila mereka menerima tauhid barulah kemudian mendirikan sholat lima waktu, kemudian membayar zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin. Hal ini menunjukkan pentingnya Tadarruj dalam mengajarkan Islam, tidak boleh langsung memaksa mereka menjalankan syariat secara kaffah, harus bertahap dan bersabar dalam dakwah,” ujar penulis buku Rihlah Dakwah ini.

Bagi Salim, dakwah tauhid tidak hanya sebatas mengisi kajian dan menghadiri kajian, dakwah ini harus menyentuh seluruh aspek kehidupan, termasuk hadir memberi solusi sosial kemasyarakatan.

“Jangan sampai kita memaknai sempit dakwah tauhid hanyalah mengadakan kajian. Sangat banyak amal kebaikan yang bisa menarik orang lain kepada tauhid, seperti yang dilakukan oleh Sayyidina Abu Bakar –Radhiyallahu Anhu-, ketika baru masuk Islam dia langsung infaqkan hartanya untuk kepentingan dakwah dan perjuangan agama Allah. Dana itulah yang dipakai sebagai modal untuk mengajak orang lain kepada tauhid,” pungkasnya.

Salim berharap dakwah tauhid ke depannya bisa terus berkembang memberi kebaikan bagi umat Islam. Baginya, harapan itu semakin besar ketika bertemu banyak calon ulama dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Islam Madinah (UIM) dan Masjid Nabawi.*/Muhammad Dinul Haq

Sumber : Hidayatullah.com

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Syauqi | Sunnah Style dan Hijab Sabila Gallery

Comments

comments

About andysyauqi