Home / Ulama / AaGym / Terampil Berpikir Positif
aagym - terampil berfikir positif

Terampil Berpikir Positif

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tidak ada yang mampu menciptakan dari tiada menjadi ada, dari ada menjadi tiada, kecuali Alloh. Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sholawat dan salam semoga sellau tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Bukhori)

Saudaraku, banyak sekali kejadian yang terjadi di sekitar kita maupun yang langsung terjadi atas diri kita. Dan, sebagian di antaranya adalah kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan dan tidak kita sukai. Ada kejadian yang menjengkelkan, menyedihkan, memancing amarah, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, orang yang beriman akan terampil menyikapinya secara positif, yang terlontar dari lisannya adalah kalimat tauhiid, sikapnya tetap terjaga. Mengapa demikian? Karena orang beriman senantiasa berupaya meneladani akhlak Rosululloh Saw. yang menyikapi kejadian apapun, sepahit apapun, secara positif.

Jika kita tafakuri, sebenarnya sedih atau bahagia adalah pilihan. Satu peristiwa yang sama dialami oleh dua orang berbeda, bisa beda pula responnya. Orang yang terampil berpikir positif akan bisa tetap tenang, sedangkan orang yang tidak terampil akan mudah panik, cemas, marah atau sedih, emosinya akan meledak-ledak.

Pulang sholat berjamaah di masjid ternyata sandal kita hilang. Orang yang tidak terampil berpikir positif boleh jadi akan langsung menyimpulkan bahwa sandalnya dicuri orang lain, kemudian dia kesal dan marah, apalagi kalau sandalnya masih baru. Sedangkan orang yang terampil berpikir positif, ia akan berpikir barangkali dipinjam sebentar oleh orang lain, atau jikapun memang ternyata dicuri maka ia akan segera introspeksi diri dan meyakini kejadian tersebut sebagai ujian, kemudian ia ikhtiar dengan cara menghubungi DKM atau mencari warung terdekat untuk membeli sandal pengganti.

Keterampilan berpikir positif adalah bagian dari akhlak mulia. Karena pikiran yang positif identik dengan prasangka yang baik dan rasa optimis. Semakin positif cara berpikir seseorang, maka semakin besar kemungkinan hidupnya bahagia karena hatinya senantiasa lapang. Semoga kita memiliki keterampilan seperti ini sebagai bagian dari akhlak mulia. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Syauqi | Sunnah Style dan Hijab Sabila Gallery

Comments

comments

About andysyauqi