Home / Ulama / AaGym / Sholih dan Mushlih
aagym - sholih dan mushlih

Sholih dan Mushlih

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, melimpahkan hidayah kepada kita sehingga kita selamat, tidak tergolong orang-orang yang tersesat. Sholawat dan salam semoga slealu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, ada orang yang sholih dan ada orang yang mushlih. Orang sholih itu hampir bisa dipastikan disukai oleh semua orang. Sedangkan orang yang mushlih belum tentu disukai oleh semua orang. Mengapa? Karena orang yang sholih itu artinya orang yang baik baru sebatas untuk dirinya sendiri atau sebagai dirinya secara personal. Sedangkan orang yang mushlih itu selain akhlaknya baik secara personal, dia juga mengajak orang lain dan lingkungannya untuk menjadi lebih baik.

Rosululloh Saw. sejak muda sudah sangat dikenal sebagai pribadi yang sholih, akhlaknya mulia dan sangat bisa dipercaya. Semua orang di kota Mekkah menyukainya. Akan tetapi ketika beliau mulai menjadi sosok yang mushlih, sosok yang mengajak orang lain kepada tauhiid, kepada kebenaran dan kebaikan, maka sebagian besar orang-orang di Mekkah tidak menyukainya. Mereka bukan tidak menyukai akhlak Rosululloh Saw. yang mulia, akan tetapi mereka tidak suka diajak kepada nilai-nilai tauhiid.

Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr [103] : 1-3)

Jadi orang yang beruntung itu pertama adalah orang yang beriman. Artinya dia harus belajar agar memiliki pemahaman tentang kebenaran, sehingga setelah paham dia menjadi yakin atau iman. Kedua, adalah orang yang mengamalkan pemahamannya dengan cara beramal sholih. Dan yang ketiga, yaitu nasehat-menasehati kebenaran dalam kesabaran.

Mengamalkan kebenaran itu ujiannya akan lebih berat dari sekedar memahami atau meyakini. Dan akan lebih besar lagi ujiannya manakala mendakwahkan kebenaran. Oleh karena itulah mendakwahkan kebenaran disandingkan dengan kesabaran karena memang memerlukan kesabaran ekstra dalam menjalaninya. Mengapa? Karena akan ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kegiatan kita mendakwahkan kebenaran.

Rosululloh Saw. adalah sosok yang sholih sekaligus mushlih, mulia akhlaknya sekaligus mengajak orang lain pada kemuliaan akhlak. Bersih dan lurus tauhiidnya sekaligus mengajak orang lain kepada tauhiid yang kokoh. Berat ujian yang dihadapi oleh Rosululloh, namun sangat tinggi derajat beliau di sisi Alloh Swt.

Jangan takut untuk menjadi pribadi sholih sekaligus mushlih. Jangan takut menyampaikan kebenaran dan kebaikan pada orang lain. Jangan takut mengajak  orang lain pada jalan yang diridhoi Alloh. Semakin kita terlibat di jalan dakwah, semakin kita sabar dan tangguh dalam dakwah, maka semakin tinggi derajat kita di hadapan Alloh Swt. InsyaaAlloh![]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Syauqi | Sunnah Style dan Hijab Sabila Gallery

Comments

comments

About andysyauqi