Home / Ulama / AaGym / Shaum Romadhon
aagym-iftor

Shaum Romadhon

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menyaksikan, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa merasa disaksikan dan diperhatikan oleh Alloh Swt. Tidak ada rezeki yang lebih berharga di dunia ini daripada hati yang haqqul yaqin kepada Alloh Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Kita sudah berada di bulan Romadhon. Bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Pertemuan kembali dengan bulan Romadhon adalah karunia dari Alloh yang wajib disyukuri. Karena betapa banyak orang yang berharap masih memiliki kesempatan usia untuk berjumpa lagi dengannya dan menikmati jamuan Alloh Swt. di bulan yang penuh keberkahan ini.

Saudaraku, shaum yang kita lakukan di bulan Romadhon haruslah dilakukan dengan misi qolbun salim atau keselamatan hati. Shaum yang sekedar menahan lapar dan dahaga semata atau shaum perut tentu tidaklah asing bagi kita karena sudah sering kita lakukan, mungkin sejak kita kecil. Akan jauh lebih baik dan lebih bernilai jikalau shaum yang kita lakukan disertai dengan shaum mata (penglihatan), shaum telinga (pendengaran), shaum mulut (lisan), shaum pikiran, shaum keinginan dan shaum hati.

Mengapa? Karena shaum yang dikehendaki oleh Alloh Swt. adalah shaum yang menyeluruh, mengendalikan hawa nafsu yang tercermin pada terkendalinya aspek-aspek tersebut tadi. Sehingga diharapkan setiap hamba yang menunaikan ibadah shaum Romadhon bisa mencapai derajat ketakwaan.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqoroh [2] : 183)

Dalam ayat ini Alloh menerangkan bahwa perintah shaum hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya. Artinya, tidak bermakna apa-apa shaum seseorang jika tidak dilandasi dengan keimanan kepada Alloh Swt. Bahkan tidak hanya ibadah shaum, dalam ibadah-ibadah lainnya pun demikian, tidak ada nilainya jika tidak didasari dengan keimanan kepada-Nya. Apalah artinya shaum, sujud, sedekah, umroh, haji jikalau bukan Alloh yang ada di hatinya. Apalah artinya jikalau ibadah hanya dilandasi penilaian makhluk.

Saudaraku, shaum adalah ibadah yang sangat khas karena ia adalah bentuk ibadah yang tidak nampak pada penglihatan orang lain. Sholat masih terlihat pada gerakan-gerakannya, demikian juga dengan sedekah, infak, zakat atau haji. Sedangkan shaum hanya diketahui oleh pelakunya dan Alloh Swt. Maka Rosululloh Swt. menyampaikan sebuah hadits qudsi, “Semua amal kebajikan manusia menjadi miliknya. (Alloh Swt. berfirman), “kecuali shaum, karena sesungguhnya shaum adalah milik-Ku semata dan Aku sendiri yang akan memberinya balasan.” (HR. Bukhori)

Keimanan benar-benar menjadi faktor terbesar dalam pelaksanaan shaum. Bukan berarti ibadah-ibadah lain tidak dipengaruhi oleh keimanan, namun dalam ibadah shaum faktor keimanan ini jauh lebih besar lagi.

Oleh karena itu, selama dibulan mulia Romadhon. Marilah kita menguatkan kembali keimanan kita sehingga kita benar-benar menikmati jamuan Alloh untuk beribadah kepada-Nya. Wallohua’lam bishowab.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

Comments

comments

About andysyauqi