Home / Ulama / AaGym / Shaum Pendengaran
aagym - shaum pendengaran

Shaum Pendengaran

 

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap isi hati, menggolongkan kita kepada golongan hamba-Nya yang senantiasa istiqomah dalam mujahadah menjaga kebeningan hati. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Selain mata, telinga sebagai indera pendengaran adalah celah informasi yang bisa mempengaruhi kondisi hati. Informasi yang masuk melalui pendengaran bisa mempengaruhi terhadap bersih atau kotornya hati.

Ketika kita mendengar seseorang sedang menceritakan keburukan orang lain, maka sadarilah segera bahwa hakikatnya, manakala ada orang yang sedang menceritakan keburukan orang lain, sesungguhnya ia sedang menceritakan keburukan dirinya sendiri. Karena mulut kita ini seperti moncong teko, hanya mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Di dalamnya kebaikan, maka yang keluar adalah kebaikan. Begitu juga sebaliknya, jika di dalamnya keburukan, maka yang keluar adalah keburukan.

Saat ada orang lain yang datang kepada kita dan menggunjingkan keburukan orang lain tanpa ada tujuan baik sama sekali untuk meluruskannya, kemudian kita menyimak pembicaraan itu dan larut di dalamnya, maka kita bisa terkena dosa yang sama, yaitu dosa berghibah. Segeralah menghindar jikalau menemui situasi yang demikian. Atau segeralah meluruskan situasi yang demikian.

Mendengarkan perbincangan tentang keburukan orang lain sama sekali tidak akan memperbaiki keadaan dan tidak memperbaiki orang yang diperbincangkan. Langkah terbaik ketika kita mendengar perbincangan tentang keburukan orang lain adalah melakukan tabayyun kepada orang yang bersangkutan dalam rangka saling menasehati dalam kebenaran (Tawasau bilhaq) jika memungkinkan.

Namun, jika tidak memungkinkan, maka langkah terbaik adalah mengingatkan orang yang sedang membicarakan keburukan orang lain itu untuk menghentikan pembicaraannya. Membicarakan keburukan orang lain, jika hal itu memang benar, maka akan termasuk kepada ghibah. Sedangkan jika keburukan orang lain itu tidak benar, maka akan terjerumus kepada fitnah.

Maka saudaraku, bulan Romadhon adalah bulan yang penuh kemuliaan. Hendaknya kita isi dengan mendengarkan hal-hal yang juga mulia. Telinga kita diciptakan oleh Alloh. Frekwensi yang paling disukai oleh organ telinga kita adalah Alloh. Maka, gunakanlah bulan Romadhon sebagai momentum semakin mengakrabkan telinga kita dengan suara-suara dan bunyi-bunyi yang berisi keagungan Alloh Swt. Ketimbang mendengar lagu-lagu yang tak karuan, lebih baik dengarkan tilawah Al Quran, bacaan sholawat atau lantunan Asma al Husna.

Alloh Swt. berfirman, “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.(QS. Al A’rof [7] : 204)

Sesungguhnya Alloh Swt. Maha Mengetahui terhadap hamba-Nya  yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara menggunakan indera pendengaran untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Wallohua’lam bishowab.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

Comments

comments

About andysyauqi