Home / Ulama / AaGym / Shaum Lisan
aagym - shaum lisan

Shaum Lisan

 

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tiada yang patut disembah selain Alloh, dan tiada yang bisa dijadikan sandaran kecuali hanyalah Alloh. Semoga Alloh Yang Maha Menatap menjadikan diri kita pribadi-pribadi yang istiqomah berpegang teguh di jalan yang Alloh ridhoi. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, ada sebuah pepatah mengatakan, “Lidah lebih tajam daripada pedang.” Apa yang terlontar dari lisan bisa menyambar siapa saja dan apa saja. Ucapan yang sudah terlontar dari lisan itu bagaikan anak panah yang telah terlepas dari busurnya, akan menghujam menuju sasaran dan tak bisa ditahan.

Rosululloh Saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rosululloh Saw. juga bersabda, “Janganlah kamu banyak bicara kecuali dzikrulloh. Sungguh, banyak bicara itu membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Alloh adalah yang berhati keras.” (HR. Tirmidzi, Malik dan Baihaqi)

Maka, orang yang beruntung adalah orang yang sedikit berbicara namun yang ia bicarakan adalah kebaikan dan kebenaran. Sedangkan orang yang merugi adalah orang yang banyak bicara dan isi pembicaraannya adalah keburukan atau kesia-siaan.

Salah satu perkataan buruk atau sia-sia adalah perkataan dusta. Ucapan dusta yang dilontarkan oleh lisan adalah jalan pembuka bagi kedustaan-kedustaan lainnya. Karena sekali saja seseorang berdusta, maka ia akan mengucapkan dusta-dusta yang lain untuk menutupi dusta yang sebelumnya. Begitu seterusnya.

Padahal ucapan dusta adalah ciri dari kemunafikan. Sementara orang yang munafik adalah orang yang paling berbahaya dan tempat kembalinya adalah bagian paling dasar dari neraka. Na’udzubillahi mindzalik!

Rosululloh Saw. bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, jika dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhori)

Ucapan dusta ini akan semakin parah jikalau berisi tentang keburukan orang lain. Karena perbuatan ini akan tergolong kepada fitnah. Sedangkan jika keburukan itu memang benar adanya, maka akan termasuk kepada ghibah. Keduanya sama-sama keburukan.

Pada bulan Romadhon ini marilah untuk lebih mengendalikan lisan kita dari ucapan-ucapan dusta, ucapan-ucapan buruk dan sia-sia yang tiada berguna. Tanpa banyak bicara pun kita sebenarnya bisa tetap “berbicara”, yaitu dengan amal perbuatan dan karya kita. Jikapun harus berbicara, maka pastikanlah dahulu bahwa yang kita ucapkan hanyalah yang benar dan yang baik saja.

Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al Mu’minun [23]: 1-3).

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga dan mengendalikan lisan kita, sehingga hanya berkata sesuatu yang benar dan baik saja sesuai dengan apa yang Alloh ridhoi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

Comments

comments

About andysyauqi