Home / Ulama / AaGym / Shaum Keinginan
aagym - shaum keinginan

Shaum Keinginan

 

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, hal lain yang perlu kita kendalikan di bulan Romadhon ini adalah keinginan. Tidak perlu kita banyak keinginan pada bulan yang mulia ini, kecuali keinginan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang disukai Alloh saja. Tidak usah kita banyak keinginan untuk mendapatkan sesuatu, kecuali hanya yang Alloh ridhoi saja. Redam kuat-kuat keinginan untuk membeli banyak makanan, membeli baju baru, sepatu baru, jikalau semua itu di luar keperluan kita.

Hal yang menjadi fenomena di tengah-tengah masyarakat kita adalah pada bulan yang secara logika tingkat konsumsi kita menurun, pada kenyataannya tingkat pembelian kita meningkat. Padahal bulan Romadhon adalah bulan pengendalian diri terhadap konsumsi makanan dan minuman.

Tentu saja bukan berarti kita dilarang untuk berbelanja. Akan tetapi jika yang kita lakukan itu berlebihan, melebihi keperluan kita, apalagi jikalau melampaui kemampuan kita yang sebenarnya, maka ini termasuk pemborosan (tabdzir). Padahal Alloh Swt. tidak menyukai orang yang bersikap boros.

Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu sangat ingkar terhadap Tuhan-nya.” (QS. Al Isro [17] : 27)

Termasuk dalam hal pakaian. Bukan tidak boleh kita membeli pakaian baru. Boleh saja kita memiliki pakaian baru. Namun, hendaknya memiliki pakaian baru diimbangi juga dengan “mengeluarkan” pakaian lama yang masih baik. Artinya, sedekahkanlah pakaian-pakaian lama yang masih baik dan layak dipakai. Jangan sampai membiarkan pakaian bertumpuk-tumpuk tidak terpakai, bahkan hingga lapuk. Ini termasuk juga sikap tabdzir, sikap yang tidak Alloh sukai.

Romadhon adalah bulan pengendalian diri. Jikalau Alloh memberikan kemudahan rezeki, maka pertanyaan yang muncul sebaiknya bukan, “Baju baru seperti apa yang harus saya beli?”, melainkan pertanyaan, “Sikap apa yang Alloh sukai jika saya memiliki kelebihan rezeki?”

Saudaraku, sesungguhnya Alloh menyukai sikap bersedekah, maka bersedekahlah. Alloh menyukai sikap berbagi, maka berbagilah. Alloh tidak suka sikap berlebih-lebihan, maka hindarilah. Alloh tidak suka sikap mubadzir, maka jauhilah.

Jangan merasa berat untuk menyedekahkan pakaian kita. Apalagi ketika kita punya pakaian baru. Berikan pakaian kita yang masih baik dan layak kepada orang yang lebih membutuhkannya. Jangan pula terlalu banyak menimbang-nimbang ketika kita hendak bersedekah, karena biasanya sikap menimbang-nimbang adalah celah syaitan untuk menggoda kita agar batal niat kita bersedekah.

Jangan risau harta kita berkurang karena bersedekah. Orang yang kehilangan sandal secara tidak sengaja adalah pertanda akan mendapatkan sandal baru. Orang yang tidak sengaja kehilangan barangnya saja diberikan pengganti oleh Alloh, apalagi orang yang sengaja bersedekah lillaahi ta’ala, niscaya Alloh akan limpahkan pengganti yang berlipatganda.

Anas bin Malik r.a pernah bertanya kepada Rosululloh Saw., “Rosululloh, sedekah manakah yang paling baik?”. Rosululloh menjawab, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Romadhon.” (HR. Tirmidzi)

Saudaraku, marilah kita semakin gigih mengendalikan keinginan kita. Terlebih di bulan yang penuh keberkahan ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai mengendalikan keinginan kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

Comments

comments

About andysyauqi