Home / Ulama / AaGym / Sebab Orang Sulit Berkembang (2) – AaGym
sebab-sulit-berkembang-2

Sebab Orang Sulit Berkembang (2) – AaGym

Alhamdulillah. Segala puji hanya bagi Alloh Swt., Penguasa langit dan bumi, seluruh alam dan segala isinya. Tak ada yang luput dari pengetahuan Alloh meski selembar daun yang jatuh dari rantingnya di sebuah gunung yang belum terjamah manusia. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, pada tulisan sebelumnya kita sudah menkaji bersama tentang kendala-kendala atau penghalang-penghalang yang menghalangi seseorang jadi sulit berkembang. Kali ini in syaa Alloh kita akan lanjutkan dengan beberapa kendala lainnya.

Kendala keempat, tak punya cita-cita besar dalam hidupnya. Seseorang sangat dipengaruhi oleh cita-cita dan keinginanya dalam hidup ini. Seseorang yang bercita-cita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya di dalam hidup yang sangat singkat ini, maka ia akan sangat termotivasi untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik mungkin.

Atau minimalnya, orang yang demikian tidak mau jatah hidup yang singkat ini hanya menjadi kesulitan bagi orang lain, ia tak ingin menjadi beban bagi orang lain. Sedangkan bagi orang yang tak punya cita-cita seperti ini, maka ia tak akan termotivasi untuk mengembangkan kualitas dirinya.

Kelima, sombong. Orang yang sombong cirinya adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. Orang yang sombong akan sangat sulit berkembang karena mata hatinya buta untuk melihat kekurangan dirinya sendiri. Akibatnya, ia tak punya misi untuk memperbaiki diri kemudian meningkatkannya agar lebih baik lagi. Ia merasa hebat dengan dirinya saat ini.

Keenam, kurang disiplin. Orang yang kurang disiplin biasanya hanya semangat di permulaan saja. Sedangkan pada perjalanannya ia akan mudah bosan dan malas-malasan. Sekali bertemu dengan masalah, maka ia akan berhenti atau memilih untuk menghindarinya, bukan menghadapi dan menyelesaikannya.

Padahal semangat yang menggebu-gebu tak akan ada artinya jikalau tidak ada kegigihan dalam prosesnya. Seorang muslim yang baik harus memiliki keuletan dan kegigihan, pantang menyerah. Bahkan jika bisa, selalu mengupayakan agar target yang tercapai bisa melebihi perencanaan.

Ketujuh, riya’ atau pamer. Orang yang pamer hanya memperbaiki dirinya dengan tujuan mencari penilaian orang lain. Ia hanya akan membagus-baguskan topeng, kemasan, penampilan, namun tak peduli dengan isinya. Orang yang demikian akan rapuh, mudah rontoh saat ditiup angin yang kecil sekalipun. Ia tak memiliki semangat perjuangan, enggan berkorban, karena ia hanya peduli pada pujian yang didapatkannya.

Saudaraku, bagi kita memperbaiki diri adalah kewajiban dan meningkatkan kualitas diri adalah keharusan. Karena seorang muslim yang beruntung adalah seorang muslim yang semakin meningkat kualitas dirinya dari hari ke hari. Ia senantiasa meningkatkan dan mengembangkan dirinya karena ia yakin bahwa kesempatan hidup di dunia yang diberikan Alloh Swt. kepadanya pasti akan dipertanggungjawabkan di yaumil hisab.

Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak akan beranjak kaki seorang hamba dari tempat berdirinya di hadapan Allah pada hari kiamat sebelum dia ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmu bagaimana diamalkan, tentang harta bagaimana cara memperoleh dan kemana dibelanjakan, dan yang terakhir yaitu tentang jasmani untuk apa dipergunakan.” (HR. Thabrani)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang senantiasa mujahadah mengembangkan diri dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi