Home / Ulama / AaGym / Pribadi Zuhud
aagym-zuhud

Pribadi Zuhud

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. dan hanya kembali kepada-Nya. Semoga Alloh Yang Maha Menatap menjadikan kita pribadi-pribadi yang senantiasa tunduk yakin pada kebesaran Alloh dan tak terbuai dengan indahnya dunia. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, ada empat tipe manusia berkaitan dengan harta dan gaya hidupnya.

Pertama, orang berharta dan memperlihatkan hartanya. Orang seperti ini biasanya bergaya hidup mewah. Tapi untung perilakunya ini sesuai dengan kemampuannya. Hanya saja, ia akan menjadi hina kalau bersikap sombong. Apalagi kalau ia bersikap kikir, enggan zakat dan sedekah. Sebaliknya, ia akan terangkat kemuliaannya jikalau rendah hati dan dermawan.

Kedua, orang yang tidak berharta banyak, tapi ingin kelihatan berharta. Gaya hidupnya tidak sesuai dengan kemampuannya, karena ia ingin selalu tampil lebih daripada kenyataan. Orang seperti ini sebenarnya menyiksa diri. Hidupnya amat menderita dan menjadi hina, bahkan menjadi bahan tertawaan orang lain yang mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Ketiga, orang tak berharta tapi hidup bersahaja. Orang seperti ini tidak terlalu pening menjalani hidup karena tak tersiksa oleh keinginan, pujian penilaian orang lain. Dia akan hina kalau menjadi beban dan menjadi peminta-minta yang tidak tahu diri. Namun ia mulia jikalau menjaga kehormatan dirinya dengan tidak menunjukan berharap dikasihani, tak menunjukan kemiskinannya, tegar, dan menjaga harga diri.

Keempat, orang yang berharta tapi hidup bersahaja. Inilah orang yang mulia dan memiliki keutamaan. Dia mampu membeli apapun yang dia inginkan namun berhasil menahan dirinya untuk hidup seperlunya. Dampaknya, ia tidak menjadi bahan iri dengki orang lain, dan kecil kemungkinan untuk sombong. Ia pun akan menjadi contoh kebaikan yang tidak habis-habisnya untuk menjadi bahan pembicaraan. Memang aneh tapi nyata jika orang yang berkecukupan harta tapi mampu hidup bersahaja dan dermawan. Sungguh ia akan punya pesona kemuliaan tersendiri. Pribadinya yang lebih kaya dan lebih berharga dibanding seluruh harta yang dimilikinya. Subhanalloh.

Saudaraku, zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal duniawi. Melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di tangan Alloh daripada apa yang ada di tangan makhluk. Bagi orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun harta yang dimiliki, sama sekali tidak akan membuat hatinya merasa tenteram, karena ketenteraman yang hakiki adalah ketika kita yakin dengan janji dan jaminan Alloh.

Andaikata kita merasa lebih tenteram dengan sejumlah tabungan di bank, saham di sejumlah perusahaan ternama, real estate, investasi di sejumlah perumahan mewah, atau sejumlah perusahaan multi nasional yang dimiliki, maka ini berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seberapa banyak saham pun yang dimiliki, sebanyak apapun asset yang dikuasai, seharusnya kita tidak lebih merasa tenteram dengan jaminan mereka atau siapapun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali ijin Alloh. Dia-lah Maha Pemilik apapun yang ada di dunia ini.

Begitulah. Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak mejadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Alloh karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Maha Tahu akan segala kebutuhan kita, dan bahkan, lebih tahu dari kita sendiri.

Karenanya, mulailah melihat dunia ini dengan sangat biasa-biasa saja. Adanya tidak membuat bangga, tiadanya tidak membuat sengsara. Rasulullah Saw. bersabda, “Melakukan zuhud dalam kehidupan dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula dengan memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Alloh. Dan hendaknya engkau bergembira memperoleh pahala musibah yang sedang menimpamu walaupun musibah itu akan tetap menimpamu.” (HR. Ahmad). Wallohua’lam bishowab.[]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi