Home / Ulama / AaGym / Pentingnya Niat dalam Amal
niat2

Pentingnya Niat dalam Amal

Mari kita ajukan sebuah pertanyaan, ‘’Apakah yang menjadi penyebab amal ibadah kita tidak diterima Alloh Swt?’’ Jawaban yang paling mendasar adalah karena salah niat.

Di akhirat kelak ada seorang mujahid yang mati di medan perang,seorang yang rajin sedekah, dan seorang lagi pembaca Al-Quran, namun mereka masuk neraka. Mengapa? Karena salah dalam niat. Mari kita simak keterangan berikut ini.

Abu Hurairoh ra meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rosululloh Saw bersabda, ‘’Manusia yang pertama diadili padahari Kiamat nanti adalah orang yang mati di medan jihad. Orang itu didatangkan di hadapan Alloh. Kemudian, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya.

Alloh bertanya kepadanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Ia menjawab, ‘’Aku telah berperang membela agama-Mu.’’ Lalu, Allah berkata,

‘’Engkau berbohong. Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani.’’ Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Kemudian, seorang penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al Quran, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Dia menjawab, ‘’Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al Quran dengan mengharap ridho-Mu.’’
Alloh berkata kepadanya, ‘’Engkau berbohong. Engkau mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan, engkau membaca Al Quran agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al Quran.’’ Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Selanjutnya, seorang kaya raya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Ia menjawab, ‘’Semua harta yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekahkan karena-Mu.’’

Lalu, Alloh berkata, ‘’Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut engkau sebagai dermawan dan murah hati.’’ Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Abu Hurairah berkata, ‘’Kemudian, Rosululloh menepuk pahaku dan berkata, ‘’Wahai Abu Hurairoh, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di hari kiamat nanti.’’ (Hadist Riwayat Muslim)
Subhanalloh! Padahal bukankah mati syahid itu sangat besar ganjarannya di sisi Alloh Swt. Akan tetapi ganjaran yang besar itu tak akan pernah ada jika ternyata orang tersebut salah niat. Tidak fokus dalam niatnya. Betapa rugi sekali orang seperti ini.

Seorang pencari ilmu yang sudah memiliki gelar berderet-deret, pekerjaan yang mentereng dengan gaji yang besar. Namun, ternyata untuk semua hal-hal duniawi itulah dia mencari ilmu. Bukan demi ridho Alloh. Demi sanjungan dan penghargaan dari manusia yang memandangnya sebagai

orang berilmu. Maka, sia-sialah semua itu di hadapan Alloh Swt.
Seorang pembaca Al Quran yang rajin tilawah dan merdu suaranya, namun ternyata bukan ridho Allh yang dikejarnya meski yang keluar dari lisannya adalah bacaan ayat-ayat Al Quran. Ia mengejar decak kagum dari manusia yang menyebutnya sebagai seorang qori atau qoriah. Ia mengejar sertifikat, piala dan hadiah-hadiah dari lomba-lomba pembacaan Al Quran. Maka, semua yang diperbuatnya menjadi percuma di hadapan Alloh Swt.

Termasuk juga orang yang bergiat dalam dunia dakwah. Bisa jadi yang ada di dalam hatinya adalah harapan agar dipandang oleh orang sebagai seorang dai. Yang ada dalam pikirannya adalah angka-angka berapa honor yang akan ia terima. Tiidak ada Alloh di hatinya, meski yang ia sampaikan adalah ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Rosululloh Saw.

Seorang yang gemar mendermakan hartanya, namun bukan penialian Allloh yang ia harapkan, maka ia telah tersesat dalam niatnya. Apa yang ia harapkan adalah kekaguman orang lain yang memandangnya sebagai seorang dermawan. Apa yang ia harapkan adalah sorotan dan jepretan kamera wartawan yang akan memberitakan perihal kegiatannya membagi-bagi sebagian dari hartanya.

Saudaraku, jadi bukan karena kurang kerja keras, amal menjadi tidak bernilai, tetapi karena salah niat yang tidak fokus kepada Alloh Swt.

‘’Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (QS. Adz Dzariyat (51):56).

Jelas sekali ayat ini menegaskan kepada kita dengan terang-benderang bahwa sudah semestinya yang menjadi fokus kita adalah Alloh Swt dalam setiap amal perbuatan kita. Sehingga apa yang kita lakukan menjadi bernilai ibadah di hadapan Alloh Swt.

Jika Alloh Swt menjadi fokus kita, maka niscaya akan tenang hati kita. Mengapa ada orang yang ketika merasa disakiti oleh orang lain, kemudian dia tenggelam dalam rasa kecewa, sakit hati dan dendam berkepanjangan? Kemudian, ia pun tersiksa oleh perasaannya itu. Mengapa demikian? Karena dia hanya fokus kepada mahluk, kepada manusia yang telah menyakitinya itu.

Lain halnya jika orang itu kemudian fokus kepada Alloh semata, Dzat yang Maka Kuasa atas segala sesuatu, maka niscaya akan terobati rasa sakit hatinya. Hidupnya akan menjadi tenang dan tenteram kembali. Karena ia yakin segala sesuatu terjadi atas izin-Nya, dan tidak ada kejadian di alam raya ini yang terjadi secara sia-sia, pasti ada kebaikan yang terkadung di dalamnya.

Ingat rezeki, segera fokus kepada Alloh yang menggenggam rezeki. Ingat ke anak, segera fokus kepada Alloh yang telah menitipkannya kepada kita. Ingat ujian sekolah segera fokus kepada Alloh yang telah mengkarunia akal pikiran. Ada yang memfitnah, segera fokus kepada Alloh Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang benar dan apa yang salah. Punya hutang, segera fokus kepada Alloh Yang Maha Kaya.

Jika yang menjadi fokus kita hanya Alloh, maka Insya Alloh, Dia akan membimbing kita dalam setiap aktifitas kita. Sehingga setiap yang kita lakukan bisa mencapai tingkat yang maksimal. Fokus kepada Alloh akan menghadirkan semangat yang luar biasa di dalam hati kita. Seperti para mujahidin di medan jihad, ketika hanya Alloh yang menjadi fokus tujuan mereka, maka mereka akan melakoni jihad tersebut dengan semangat bergelora tanpa ada rasa takut terhadap makhluk sedikit pun.
Betapa penting untuk fokus hanya kepada Alloh Swt, semata. Agar kita semakin semangat melihat diri untuk lurus dalam niat, fokus hanya mengharap ridho Alloh, bukan yang selain-Nya. Dan, meraih prestasi terbaik di dunia dan akhirat.

Comments

comments

About AndySyauqi

  • encep permana

    Amiiiin…dan terima kasih Aa sudah di ingatkan krn memang betul tanpa disadari kita kadang lupa utk segalanya harus karena Alloh semata bkn karena mkhluk lain.

    semoga kita selalu ingat akan tausiah Aa.
    syukron..

  • Alhamdulillah…Terima kasih Aa ilmunya

  • Semoga niat ibadah kita benar-benar lurus karena Alloh saja. Mudah2an kita selalu Istiqomah dalam menjalankan segala amal ibadah aamiin

  • fitri

    Subhanallah.

  • Masya Allooh

  • muhammad bisri

    Alhamdulillaah.. Terima kasih Ustadz Aa atas taushiyahnya.!

  • Indra Mahendra

    Yes ! Thanks dapet pencerahan baru. Izin copas n sharing

  • patmo susastro

    syukron katsir atas pencerahannya.

  • andy jaya dermawan

    Alhamdulillah kita diingatkan…..

  • juhriah

    Betul aa. Jika karena Allah smua jd enteng…

  • mksih ats ingatannya,,,,,moga brmanfa’at,,,Amin ya rabbal alamin

  • Sigit

    astagfirullah. Smoga Kita tdk termasuk hamba Allah yg demikian. Dan smoga Allah sgala amal & ibadah Kita. Amiiin

  • Sigit

    Smoga Allah meridlohi sgala
    amal & ibadah Kita. Amiiin

  • M. YusarHUSAIN

    Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin… semoga tausiah Aa’ ini dapat menundukkan kesombongan dan kepongahan hati yang apabila berbuat amal selalu ingin dipuji dan tidak tulus karena Allah Swt. amin…

  • semoga termasuk kedalam hamba-Nya yang senantiasa memiliki kelurusan niat dalam melakukan segala aktivitas kehidupan yaitu untuk mencari ridho-Nya atau ibadah untuk-Nya….
    Amiin………
    :’)

  • rini

    Syukron A.. semoga Allah SWT pun semakin memperlurus niat Aa dalam mensheringkan ilmunya pada kami. Amiin

  • Ahmad Eko Surya Widodo

    Insya’Alloh segera Tashihunniyah ( membetulkan niat )
    Mengharap hanya kepada Allah, bukan kepada Makhluk..
    Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa.

  • Shenna.

    Subhanallah..Aamiin..3x.

  • Mah kasih a’ gim

  • dedi akmal

    Wasyukurillah ..terima kasih atas penjelasan tentang niat terhadap Allah..Semoga Allah akan membarokahi orang2 yg selalu meniatkan hanya karna Allah SWT.

    • yeti tarwin

      Subhanallah, terimakasih ilmunya

  • Terimakasih Pak Ustad atas penyampaiannya.. Semoga rahmat, ridho dan hidayah dari Allah selalu tercurah bagi kita semua. AAMIIN

  • ya alloh, niatkan setiap perbuatan baik kami hanya untuk beribadah kepadaMu

  • Paulina Julian

    Terimakasih Aa Gym, alhamdullilah telah membuka hati dan menambah ilmu utk kita. Aamiin Ya Robbal A’laamiin.

  • ayu

    Alhamdulillah sangat menyentuh hati penyampaiannya Pak Ustad. Selain bertambahnya ilmu juga sebagai bahan renungan hidup.

  • Alhamdulillah ..saya2 sangat2 bermampa’at terimakasih atas pesan yg di sampaikan pak ustadz sangat menyetuh hati saya….jazakaullah khuaran..

  • Aamiin… semoga selama ini kita tidak salah dengan niat. Karena segala kebaikan akan menjadi sia-sia karena salah dalam niat. Na’udzubillah min dzalik.

    Ya Allah maafkan segala kesalahan hamba-hambamu.

    Hamba ingin mencari harta yang berkah darimu walau hanya dari menjual bantal seperti saat ini.

    Semoga doa-doa baik kita diijabah Allah SWT. Aamiin