Home / Ulama / AaGym / Menyikapi Kritik – AaGym
menyikapi-kritik

Menyikapi Kritik – AaGym

Alhamdulillah! Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui setiap rahasia yang kita simpan di dalam hati kita, menjadikan kita golongan hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan hati. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita senantiasa berinteraksi dengan orang lain. Tidak jarang ada orang lain, mungkin teman kita atau saudara kita atau keluarga kita yang memberikan kritik kepada kita. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dan sesungguhnya kritik tersebut sampai kepada kita adalah atas izin Alloh Swt.

Ada macam-macam bentuk kritik itu. Diantaranya,

Pertama, isi kritiknya benar dan cara menyampaikannya baik. Inilah kritik yang bagus dan membangun. Misalnya adalah seseorang yang memberikan kritik kepada penceramah dengan cara datang baik-baik secara personal dan berkata, “Ustadz, mohon maaf saya ingin sampaikan sesuatu terkait ceramah tadi. Kalau yang saya rasakan ceramah Ustadz tadi lebih banyak candaan yang tidak perlu, juga lebih banyak unsur riya’nya. Mungkin penilaian saya ini salah, tapi itulah yang saya rasakan. Mudah-mudahan menjadi bahan renungan demi kelancaran dakwah kita.”

Kedua, isi kritiknya benar, namun cara penyampaiannya tidak baik. Misalnya ada seseorang yang datang kepada seorang penceramah dan berkata, “Hey ustadz! Masa ceramahnya itu lagi itu lagi. Kalau ngga punya materi lain, ya sudah jangan ceramah dulu. Bosen dong!”

Ketiga, isinya tidak benar, namun cara penyampaiannya baik. Misalnya ada seseorang yang datang kepada seorang penceramah dan berkata, “Mohon maaf ustadz, tadi saya kehilangan dompet. Saya lihat tadi ustadz pegang-pegang dompet ustadz, saya tidak menuduh ustadz maling, tapi tolong berikan dompet itu kepada saya.”

Keempat, kritik yang isinya salah dan cara penyampaiannya pun tidak baik. Kurang lebih contohnya sama dengan jenis yang ketiga, namun disampaikan dengan ucapan yang kasar.

Saudaraku, perlu kita memiliki pemahaman bahwa jenis apapun di antara kritik itu yang datang kepada kita, tidaklah berbahaya. Karena yang berbahaya adalah sikap kita dalam merespon kritik tersebut. Tidak sedikit orang yang anti kritik, diberi kritik sedikit saja sudah langsung tersinggung dan marah.

Sikap terbaik adalah menjadikan setiap kritik yang datang sebagai bahan tafakur. Bisa jadi, kritik tersebut benar adanya sehingga membuat kita memperbaiki diri. Jikapun kritik tersebut tidak benar, maka itu menjadi pengingat bagi kita agar terhindar dari sikap-sikap yang tidak diridhoi oleh Alloh Swt.

Marilah, sedapat mungkin hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup kita, menjadi ladang amal sholeh bagi kita. Orang yang beruntung adalah orang yang bisa menjadikan setiap urusan kecil dalam hidupnya menjadi bernilai ibadah. Alloh Swt. berfirman, “Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadat (kurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am [6] : 162)[]

 

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh House Of Leather dan Shareefa.co.id

Comments

comments

About AndySyauqi