Home / Ulama / AaGym / Lima Disiplin – Bagian 1. Disiplin Ibadah
Disiplin1-AaGym

Lima Disiplin – Bagian 1. Disiplin Ibadah

Alhamdulillah. Semoga Alloh Swt. Yang Maha Menatap, senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita selalu mujahadah untuk istiqomah hanya menjadikan Alloh yang dominan di hati kita. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Sahabatku, pernah kita kaji bersama bahwa Alloh Swt. lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Sebagaimana sabda Rosululloh Saw., “Mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah, walaupun di dalam keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Dan, kunci kekuatan adalah disiplin. Ada lima aspek disiplin yang in syaa Alloh akan kita kaji bersama. Aspek pertama adalah disiplin dalam ibadah.

Islam adalah agama yang sangat identik dengan kedisiplinan. Kedisiplinan adalah bagian yang tak terpisahkan dari Islam. Sholat adalah cerminan dari kedisiplinan dalam Islam. Bagaimana tidak, satu hari ada lima kali sholat wajib yang sudah ditentukan waktunya dan sudah ditentukan jumlah rakaatnya. Dalam sholat ini kita dibentuk menjadi pribadi yang disiplin. Disiplin menunaikannya tepat pada waktunya.

Sholat juga memiliki aturan tertentu jikalau dilakukan secara sendirian (munfarid) maupun secara berjamaah. Dalam shalat berjamaah, makmum harus mengikuti imam, makmum tidak boleh mendahului imam. Posisi makmum pun ada ketentuannya. Demikian halnya manakala sang imam tiba-tiba batal di tengah shalat, dan salah seorang makmum harus menggantikannya, inipun ada ketentuannya. Subhaanalloh.

Disiplin bukanlah hanya milik kalangan militer saja, bukan hanya milik pasukan pengibar bendera saja. Disiplin adalah milik kita, umat Islam, apapun profesi, jabatan, kedudukan, gelarnya.

Sungguh Islam adalah nikmat Alloh yang teramat agung. Kita dilatih untuk disiplin melalui berbagai ibadah yang berlimpah pahalanya. Dilatih disiplin membaca Al Quran, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya. Dilatih disiplin dengan sedekah dan zakat. Dilatih disiplin dengan dzikir setelah sholat, dzikir pagi dan petang.

Kita juga dilatih disiplin untuk menjaga wudhu. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya malaikat itu akan berucap, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban)

Maa syaa Alloh. Rosululloh Saw. dan para sahabat yang mulia berhasil membangun peradaban Islam dalam waktu yang relatif singkat. Beliau Saw. dan para sahabat sukses menyebarkan dakwah tauhiid kepada umat manusia hingga meraih kemenangan tiada lain adalah karena kedisiplinan tinggi dari ibadahnya. Disiplin adalah kunci kekuatan dan kemenangan.

Semoga kita menjadi umat nabi Muhammad Saw. yang senantiasa semangat untuk disiplin dalam hal ibadah kepada Alloh Swt. Sehingga umat ini kembali menjadi umat yang kuat untuk menebarkan dakwah tauhiid lebih luas lagi. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]   

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi