Home / Ulama / AaGym / Hikmah Sholat Khusyu (1)
sholat-kabbah

Hikmah Sholat Khusyu (1)

Alhamdulillah. Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui apa yang nampak dan yang tersembunyi, senantiasa mencurahkan taufik dan hidayah kepada kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saat-saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika dia bertemu, bercengkrama dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, seolah segala beban dan kesulitan hidup menjadi sirna. Dan, bagi seorang sholeh, pertemuan dengan Alloh Swt. melalui sholat adalah saat-saat yang amat dinantikan dan selalu dirindukan. Karena pada waktu inilah ia bisa mencurahkan segala isi hatinya kepada Alloh Swt., sebelum kemudian ia akan kembali pada kehidupannya sehari-hari dengan membawa apa yang ia peroleh dari sholatnya.

Alloh Swt. berfirman, Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al Mu’minun [23] : 1-3)

Dalam ayat ini Alloh Swt. berpesan kepada kita bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang beriman, dan ciri dari iman adalah sholat yang khusyu. Jikalau kita ingin mendapatkan keberuntungan di dalam hidup, baik di dunia dan akhirat, maka kuncinya adalah sholat yang khusyu.

Dalam ayat-Nya yang lain, Alloh Swt. berfirman, “Celakalah orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dalam sholatnya.” (QS. Al Ma’un [107] : 4-5) Redaksi kalimat dalam ayat ini memakai kata ‘an bukan fii yang menunjukkan bahwa kelalaian di sini bukan hanya ketika menunaikan sholat semata, melainkan juga sesudah sholat yaitu dalam sikap keseharian. Jika kita perkirakan dalam satu hari total waktu yang kita perlukan untuk sholat adalah satu jam, maka masih ada 23 jam waktu tersisa untuk kita lalui secara khusyu.

Maka, seseorang bisa disebut khusyu dalam sholatnya manakala pelaksanaan sholatnya berkualitas, tumaninah. Kemudian, ia pun produktif dalam kehidupannya sehari-hari. Produktif dalam arti menjadi manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain serta lingkungannya.

Adapun jika kita urai satu persatu, maka hikmah sholat khusyu di antaranya adalah :

Pertama, Alloh Swt. mengingatkan lima kali dalam satu hari tentang urgensi waktu. Ciri orang yang khusyu dalam sholatnya adalah ia bisa menggunakan waktunya dengan efektif. Pantang baginya waktu terbuang dengan sia-sia, karena ia yakin dan sadar bahwa waktu adalah nikmat dan modal yang sangat besar dari Alloh Swt. Pantang baginya merugi gara-gara ceroboh dan lalai dalam menggunakan waktu.

Kedua, kebersihan. Bersuci adalah salah satu syarat sahnya sholat. Tidak akan diterima sholat seseorang jika tidak didahului dengan bersuci. Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91] : 9-10)

Orang yang khusyu dalam sholatnya senantaisa memperhatikan kebersihan hatinya, badannya, tempat tinggalnya. Ia juga senantiasa menjaga kebersihan perbuatannya dari kemaksiatan dan dosa. Ia menjaga kebersihan hartanya dari berbagai perkara haram dan syubhat. Ia jaga kebersihan panca inderanya dari menangkap hal-hal yang bukan menjadi haknya.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi