Home / Ulama / AaGym / Hikmah Kepahitan Jamu
aagym - hikmah kepahitan jamu

Hikmah Kepahitan Jamu

 

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dzat Yang Maha Memberi. Alloh limpahkan karunia yang tiada pernah bisa kita hitung banyaknya. Alloh limpahkan berbagai macam nikmat yang meski seringkali luput dari perhatian kita, namun tetap Dia curahkan kepada kita. Alhamdulillah. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh, baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, pernahkah meminum jamu demi tujuan kesehatan atau kebugaran? Atau pernahkah melihat seseorang yang minum jamu? Kita tentu mengetahui khasiat jamu yang akan kita minum. Dan begitu jamu itu masuk di mulut kita, kita mengetahui rasanya pahit, apakah kita lantas memarahi tukang jamu? Tentu saja tidak. Bahkan kita berterimakasih dan membayarnya. Mengapa? Karena kita tahu dan sadar bagaimana khasiat jamu itu dan bagaimana rasanya di lidah kita.

Demikianlah kepahitan dalam hidup kita. Sungguh, hidup di dunia banyak berisi kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan. Bahkan tidak jarang terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakkan hati kita. Pahit dan getir rasanya.

Akan tetapi, menghadapi kenyataan yang demikian, banyak orang yang tidak pandai menyikapinya secara bijaksana. Ada orang yang sangat mudah berkeluh kesah, meratap, mengutuki keadaan, hingga berburuk sangka kepada Alloh Swt. Na’udzubillahi mindzalik.

Padahal bagi orang yang beriman, setiap kenyataan hidup sepahit apapun pasti merupakan kehendak Alloh dan setiap kehendak Alloh pastilah kebaikan. Bagi orang yang beriman, kepahitan hidup akan disikapi dengan tiga hal. Pertama, mengevaluasi diri dan memeriksa perbuatan apakah yang telah mengundang datangnya kepahitan itu. Kedua, berbaik sangka bahwa ketetapan Alloh pasti kebaikan bagi dirinya. Dan yang ketiga, meyakini bahwa hanya kebaikan Alloh Swt. yang bisa menyelamatkan kita.

Jadi, jikalau ada kepahitan yang terjadi di dalam hidup kita, sikap terbaik adalah sungguh-sungguh bertaubat kepada Alloh Swt., berbaik sangka kepada-Nya dan berburu kebaikan Alloh dengan cara meningkatkan kualitas sabar dan kualitas ibadah kita kepada-Nya.

Saudaraku, jika suatu saat terjadi kepahitan dalam hidup kita, janganlah membencinya. Sikapilah dengan kesabaran dan baik sangka kepada Alloh Swt. Karena sesungguhnya kita tidak pernah mengetahui hal apakah yang terbaik bagi kita sebenarnya. Seringkali yang awalnya kita pandang baik bagi kita, di kemudian hari kita bersyukur tidak mendapatkannya karena ternyata itu mengandung keburukan. Dan tidak jarang yang awalnya kita pikir kejelekan bagi kita, kelak di kemudian hari kita bersyukur telah merasakannya karena ternyata mengandung kebaikan bagi kita.

Alloh Swt. berfirman, “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216).

Wallohua’lam bishowab.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREE

Comments

comments

About AndySyauqi