Home / Ulama / AaGym / Fokus Jaga Kebersihan Hati
aagym - jaga kebersihan hati

Fokus Jaga Kebersihan Hati

 

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang tersimpan di dalam hati. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Mendengar setiap bisikan. Hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “(Yaitu) hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy Syuaro [26] : 88-89)

Saudaraku, penting bagi kita untuk selalu menjaga hati agar senantiasa berada dalam keadaan bersih dari noda-noda dosa. Penting bagi kita untuk menjaga hati dari berbagai penyakit yang bisa membusukkannya. Karena hati yang rusak, hati yang busuk, hati yang legam oleh noda-noda dosa adalah hati yang akan sulit dan keras untuk menerima nasehat-nasehat kebenaran dan kebaikan. Hati yang demikian akan mudah sekali tersesat.

Dan jikalau hati kita sudah rusak dan kotor, maka akan berpengaruh kepada seluruh bagian dari diri kita. Perilaku kita cenderung akan tidak terkontrol, pikiran kita pun demikian, kesehatan terganggu, begitu juga hubungan kita dengan orang lain. Dan yang lebih berbahaya adalah rusaknya hubungan kita dengan Alloh Swt. Na’udzubillahi mindzalik!

Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Namun, jika segumpal darah itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Saudaraku, betapa banyak manusia yang celaka dalam hidupnya di dunia disebabkan kekotoran hatinya sendiri. Tidak sedikit orang yang iri dengki pada tetangganya, ia memaksakan hidup di luar kemampuannya, berhutang ke sana sini lalu terlilit hutang. Kemudian gelisah, malu, hidupnya tersiksa.

Tidak sedikit juga orang yang ingin cepat naik jabatan, ingin terpandang di mata orang lain karena kedudukan, ingin cepat naik gaji dan tunjangan, lalu ia menempuhnya dengan jalan ketidakjujuran. Ia sikut kanan-kiri, halalkan berbagai cara, tak ragu untuk korupsi, sogok sana sogok sini. Kemudian, rasa takut menyempitkan hatinya. Takut ketahuan oleh aparat hukum, sebelum kemudian ia benar-benar terjerat kasus dan dihukum.

Padahal, demi Alloh, kita sesungguhnya tidak menjadi terhormat oleh uang, kedudukan, jabatan, gelar, garis keturunan. Bukan itu yang membuat kita dihormati oleh orang lain. Kita dihormati orang lain adalah karena Alloh Yang Maha Pengasih masih menutupi keburukan diri kita di hadapan mereka. Dan, sungguh hanya Alloh yang kuasa memberi kedudukan dan kehormatan kepada kita, dan hanya Alloh yang kuasa mengambilnya dari diri kita.

Semoga Alloh Swt. senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar kita terhindar dari hati yang kotor dan rusak. Semoga kita tergolong hamba-hamba Alloh yang kembali kepada-Nya dalam keadaan qolbun saliim. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About andysyauqi