Home / Ulama / AaGym / Empat Rahasia Ahli Syukur (2)
aagym-doa

Empat Rahasia Ahli Syukur (2)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh dan hanya kembali kepada-Nya. Semoga Alloh senantiasa melimpahkan petunjuk kepada kita sehingga kita bersungguh-sungguh menjadi ahli syukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Rahasia yang ketiga dari ahli syukur adalah manfaatkan nikmat yang ada untuk mendekat kepada Alloh Swt. Alkisah ada tiga pengendara kuda masuk ke dalam hutan belantara. Mereka tertidur kemudian saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua. Ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut, kemudian mengirimkan kuda yang baru untuk mereka, lengkap dengan perbekalan.

Saat menerima kuda-kuda itu, reaksi ketiganya berbeda-beda. Si X kaget dan berkomentar, “Wah ini hebat sekali kuda, bagus ototnya, bekalnya banyak pula!” Dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah itu.

Si Y, gembira dan berkomentar, “Wah ini kuda hebat,” sambil berterima kasih kepada yang memberi. Sedangkan si Z berkomentar, “Lho ini bukan kuda saya, ini kuda milik siapa?” Yang ditanya menjawab, “Ini kuda milik raja.” Si Z bertanya kembali, “Kenapa raja memberikan kuda ini?” Lalu dijawab, “Sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu dengannya”. Si Z pun gembira bukan karena bagusnya kuda, dia gembira karena kuda dapat memudahkan dia dekat dengan sang raja.

Nah demikianlah, ada orang yang ketika mendapatkan nikmat maka dia sibuk dengan nikmat itu. Ada juga yang merespon dengan ungkapan terima kasih. Namun, seorang ahli syukur akan fokus pada siapa pemberi nikmat itu. Ahli syukur akan senantiasa fokus kepada Alloh atas apapun yang ia terima di dalam hidupnya.

Kunci syukur yang keempat adalah berterima kasih kepada yang telah menjadi jalan nikmat. Seorang anak disebut ahli syukur kalau dia tahu balas budi kepada ibu dan bapaknya. Di mana-mana anak sholeh itu harum namanya. Tapi anak durhaka tidak pernah ada jalan menjadi mulia, sebab kenapa? Karena mereka tidak tahu balas budi. Berterimakasihlah pada orangtua dengan berbagai cara. Kita tidak pernah bisa meminta dilahirkan dari orangtua seperti apa. Tidak terlalu penting bagaimana sikap orangtua kepada kita, yang terpenting adalah sikap kita kepada mereka.

Berterimakasihlah kepada guru, kepada teman, kepada siapapun yang telah memberi kebaikan kepada kita, yang telah membantu kita sesederhana apapun. Berusahalah untuk selalu membalas kebaikan dengan pembalasan yang lebih. Rosululloh Saw. bersabda, “Barangsiapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Alloh.” (HR. Tirmidzi)

Saudaraku, negeri kita dikatakan negeri bersyukur kalau sadar bahwa negeri ini adalah titipan dari Allah, bukan milik seseorang, bukan milik pahlawan, bukan milik siapapun yang membangun negeri. Negeri ini tidak ada pemiliknya selain Allah tapi episode kita adalah hidup di Indonesia. Maka mari kita syukuri dengan cara memeliharanya sebagai bentuk tanggungjawab atas amanah yang Alloh titipkan kepada kita.

Kita sadar betapa banyak masalah di negeri yang kita tinggali ini. Namun, menghadapinya hanya dengan rasa dongkol, sakit hati, kecewa, pesimis, itu semuanya tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru akan menambah masalah. Bukti syukur kepada Alloh adalah dengan menjadikan diri kita bagian dari solusi atas beberbagai masalah yang terjadi di lingkungan kita. Daripada sibuk mempermasalahkan masalah, lebih baik mari kita sedikit demi sedikit menyelesaikan masalah. Inilah namanya syukur nikmat.

Demikianlah rahasia-rahasia para ahli syukur. Semoga Alloh Swt. selalu membimbing kita sehingga kita termasuk kepada golongan hamba Alloh yang pandai bersyukur kepada-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi