Home / Ulama / AaGym / Empat Rahasia Ahli Syukur (1)
ahliSyukur-1

Empat Rahasia Ahli Syukur (1)

Alhamdulillah. Semoga Allah Yang Maha Menatap, Maha Gagah, Maha Menguasai segala-galanya, mengaruniakan kepada kita hati yang bersih sehingga bisa menangkap hikmah di balik setiap kejadian apapun yang kita rasa dan kita saksikan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Syaikh Ibnu Atho’illah, semoga Alloh meridhoinya, menerangkan, “Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Alloh, sesungguhnya dia telah membuka jalan hilangnya nikmat dari dirinya. Akan tetapi barangsiapa yang mensyukuri nikmat Alloh, maka sungguh ia telah memberi ikatan yang kuat pada kenikmatan Allah itu.”

Saudaraku, Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim [14] : 7)

Jadi, setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu bagi nikmat lainnya. Kita sering menginginkan nikmat padahal rahasia yang bisa mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang ada. Jangan sampai kita melepaskan nikmat yang besar dengan cara tidak mensyukuri nikmat yang kecil.

Tidak perlu risau terhadap nikmat yang belum ada, justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak disyukuri. Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang sangat kuat dan pasti ditepati, “La in syakartum la-aziidannakum, jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan rezeki bagi kalian.”

Maka, daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada, lebih baik bagaimana nikmat yang ada bisa disyukuri. Sayangnya, kalau kita mendengar kata “syukuran”, maka yang terbayang hanya makanan, padahal syukuran itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.

Rahasia yang pertama menjadi ahli syukur adalah hati tidak merasa memiliki, tidak merasa dimiliki, kecuali yakin segalanya milik Alloh Swt. Makin kita merasa memiliki sesuatu, maka akan makin takut kehilangan, dan takut kehilangan adalah suatu bentuk kesengsaraan. Tapi kalau kita yakin semuanya milik Alloh, maka ketika sesuatu diambil oleh Alloh dari tangan kita, maka kita tidak akan galau karena kehilangan karena kita merasa hanya dititipi.

Makin merasa rejeki itu milik manusia dan datang dari manusia, maka kita akan berharap kepada manusia dan akan makin sengsara. Senikmat-nikmat dalam hidup adalah kalau kita tidak berharap kepada makhluk, tetapi berharap hanya kepada Alloh Swt.

Rahasia yang kedua ahli syukur adalah selalu memuji Alloh dalam segala kondisi. Karena apa? Karena kalau dibandingkan antara nikmat dengan musibah, maka tidak akan ada apa-apanya. Musibah yang datang tidak sebanding dengan samudera nikmat yang tiada bertepi yang Alloh berikan kepada kita.

Alloh Swt. berfirman, “Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan , maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An Nahl [16]: 53)

Orang yang ahli syukur adalah yang senantiasa ingat kepada Alloh dalam berbagai keadaannya. Dalam keadaan lapang maupun sempit, senang maupun susah, sedih maupun gembira. Ahli syukur akan tetap bersyukur kepada Alloh tanpa terpengaruhi oleh keadaan yang sedang menimpanya. Mengapa? Karena bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, sungguh rohmat Alloh itu ada. Hanya Alloh yang kuasa memberikan kekuatan kepada kita sehingga bisa melewati kesulitan apapun dengan baik. Dan hanya Alloh pula yang bisa memberi petunjuk.

Sungguh beruntung orang yang pandai bersyukur. Setiap kondisi yang dihadapinya menjadi ladang ibadah kepada Alloh Swt.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

Comments

comments

About AndySyauqi