Home / Ulama / AaGym / Berkata Benar
aagym - berkata benar

Berkata Benar

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menciptakan segala apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang patut disembah selain Alloh. Hanya kepada-Nya kita menyembah dan akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, semoga Alloh Swt. senantiasa melimpahkan bimbingan-Nya kepada kita sehingga ucapan kita senantiasa terjaga dan terarah, hanya melontarkan kebenaran. Berbicara itu mudah, yang berat adalah mempertanggungjawabkannya di hadapan Alloh Swt.

Mulut itu seperti moncong teko, hanya mengeluarkan apa yang memang ada di dalam teko. Jika di dalam itu air kotor, maka yang keluar dari mulut teko adalah air kotor. Sedangkan jika di dalamnya itu air yang jernih bersih, maka itulah yang keluar dari mulut teko. Demikian pula manusia, apa yang ada di dalam dirinya, pikirannya, hatinya, kepribadiannya, itulah yang muncul dari lisannya.

Jadi, lisan itu bisa menunjukkan siapakah pemiliknya. Lisan kita menunjukkan siapa dan bagaimana diri kita. Jikalau kita sedang berbicara dan isi pembicaraan kita adalah mengenai orang lain, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan diri kita sendiri. Karena dari cara berbicara kita akan nampaklah bagaimana sebenarnya diri kita.

Kalau kita sedang benci pada seseorang, maka kata-kata yang keluar dari lisan kita akan menunjukkan kebencian itu. Kalau kita sedang sombong, maka kata-kata yang keluar dari lisan kita akan mencerminkan kesombongan itu, walaupun sepertinya rendah hati.

Oleh karena itulah Rosululloh Saw. mengajarkan kepada kita dalam sabdanya, Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Bukhori dan Muslim). Artinya, kemampuan kita dalam menjaga lisan kita akan sangat berpengaruh pada keselamatan kita di dunia dan di akhirat.

Berbicara yang benar itu tidak tergantung pada keindahan kata-kata, banyaknya ucapan, atau indahnya intonasi. Standar berbicara dalam Islam adalah isinya kebenaran dan kebaikan. Jika bukan kebenaran dan kebaikan, maka bukanlah cara berbicara yang sesuai ajaran Rosululloh Saw.

Berbicara juga harus datang dari hati. Perlu ada keselarasan antara perkataan, perbuatan dan niat di dalam hati. Karena jikalau tidak demikian, bisa-bisa kita terseret pada jebakan kemunafikan. Na’udzubillahi mindzalik!

Marilah kita senantiasa memeriksa diri kita dan memperbaikinya. Semoga setiap perkataan kita senantiasa terjaga, hanya mengeluarkan kebaikan dan kebenaran yang benar-benar datang dari hati kita. Aamiin yaa Alloh yaa Robbal ‘aalamin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About andysyauqi