Home / Ulama / AaGym / Antara Ikhlas dan Tidak Ikhlas
aagym - antara ikhlas dan tidak ikhlas

Antara Ikhlas dan Tidak Ikhlas

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Kuasa atas segala yang ada di semesta ini dan atas setiap kejadian di seluruh alam ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah [98] : 5)

Ikhlas itu terletak di dalam hati. Ikhlas itu bukan perkara mulut, melainkan perkara hati. Orang yang ikhlas dalam beramal, maka dia akan mendapatkan karunia bahkan sebelum pahala ia rasakan. Yaitu, ia akan merasakan nikmatnya dalam beramal. Alloh yang menghadirkan kenikmatan tersebut di dalam hatinya.

Sedangkan orang yang tidak ikhlas dalam beramal, maka ia akan merasakan ketidakenakan sejak ia melakukan amal tersebut. Hatinya akan resah, tidak nyaman. Sholat tidak enak, sedekah tidak enak, tadarus Al Quran tidak enak, menolong orang tidak enak. Kenapa bisa demikian? Karena Alloh Maha Mengetahui bahwa ia beramal bukan untuk-Nya, melaikan untuk mencari penilaian makhluk.

Orang yang ikhlas akan semakin baik dari waktu ke waktu. Boleh jadi amalnya tidak besar dalam pandangan manusia, amalnya mungkin amal yang sederhana. Akan tetapi hatinya kuat lillaahi ta’ala, lurus ikhlas hanya mengejar keridhoan Alloh semata. Berbeda dengan orang yang tidak ikhlas, ketika pujian atau penghargaan yang ia harapkan dari makhluk tidak datang, maka akan menyusut amalnya bahkan hilang.

Setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, akan membuat kualitas dirinya semakin meningkat, akhlaknya semakin mulia, semakin menuju kepada kesempurnaan. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang ikhlas dalam beramal. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Syauqi | Sunnah Style dan Hijab Sabila Gallery

Comments

comments

About andysyauqi