Home / Ulama / AaGym / Antara Doa dan Pemberian Alloh
aagym-doa

Antara Doa dan Pemberian Alloh

Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa memberikan petunjuk dan ampunan-Nya kepada kita. Sehingga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang beruntung; selamat menjalani dunia, dan selamat di akhirat. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Syaikh Ibnu Atha’illah menulis dalam karyanya, Al Hikam, “Jangan sampai permintaanmu kepada Alloh, engkau jadikan sebab pemberian Alloh.”

Jadi, manakala kita berdoa, meminta kepada Alloh, janganlah kita menganggap bahwa Alloh memberi disebabkan permintaan kita kepada-Nya. Karena jika demikian, maka berarti Alloh diatur oleh kita. Tidak demikian.

Hakikatnya, doa yang kita panjatkan kepada Alloh adalah bentuk ibadah kita kepada-Nya. Demikian juga dengan ikhtiar yang kita lakukan, itu adalah amal sholeh kita. Perkara Alloh memberi, Alloh mengabulkan, maka itu mutlak kehendak Alloh semata.

Sungguh, Alloh Maha Mengetahui keperluan seluruh makhluk-Nya, termasuk kita. Bahkan, kita punya keperluan juga itu adalah kehendak Alloh. Dan, yang menyediakan segala sesuatu yang bisa memenuhi keperluan kita pun adalah Alloh. Jadi, sebelum kita meminta kepada Alloh, maka sesungguhnya Alloh sudah mengetahui keperluan kita. Mengapa? Karena Alloh yang menciptakan kita.

Jadi, ketika Alloh memerintahkan kita untuk berdoa dan meminta kepada-Nya, maka itu bukanlah agar kita memberitahu keperluan kita. Melainkan supaya kita beribadah, tunduk, bersandar dan memohon hanya kepada-Nya. Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya doa adalah ibadah.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Kita bisa merasakan lapar, namun kita tidak mengerti mengapa kita harus merasakan lapar. Kemudian, kita memerlukan makanan dan makanan pun ada sehingga kita bisa menutupi rasa lapar kita. Bagaimana itu terjadi? Tiada lain adalah karena Alloh menciptakan kita, Alloh menciptakan rasa lapar, dan Alloh pula yang menciptakan makanan. Alloh menciptakan haus, Alloh pula menciptakan air. Alloh menciptakan paru-paru, dan Alloh pula menciptakan oksigen. Subhaanalloh.

Saudaraku, Alloh memberi bukan karena kita meminta, namun karena Alloh Maha Memberi. Kita diperintahkan berdoa dan meminta, adalah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Bayangkan jikalau setiap yang kita perlukan, hanya bisa kita peroleh dengan cara meminta terlebih dahulu, tentu banyak hal yang sampai hari ini belum kita miliki padahal sangat kita perlukan.

Jangan dulu jauh-jauh, kita perhatikan diri kita sendiri. Perhatikan rambut kita, warnanya, bentuknya, tingkat kelenturannya, jumlahnya, kecocokannya dengan bentuk wajah kita, pertumbuhannya meski berulang kali kita pangkas, ketiadaan rasa sakit ketika kita memangkasnya. Maa syaa Alloh.. Kita tidak pernah memintanya, namun Alloh memberikan secara sempurna dan sangat detail, cocok dengan keperluan kita. Itu baru rambut, belum organ lainnya.

Rosululloh Saw. bersabda, “Doa adalah saripati ibadah” (HR. Tirmidzi). Yang terpenting dari doa bukanlah terkabulnya doa, yang terpenting dari doa adalah kita menjadi hamba Alloh yang tunduk dan hanya menjadikan Alloh semata sebagai tempat bersandar dan meminta. Boleh jadi yang kita dapatkan sesuai dengan doa kita, namun boleh jadi tidak sesuai dengan doa kita. Namun, itu tidaklah penting, karena yang penting dari doa kita adalah kita mentauhiidkan Alloh Swt.

Sebaik-baiknya doa adalah yang dicontohkan oleh para nabi dan rosul. Salah satu doa yang bisa kita contoh adalah doa nabi Yunus a.s manakala beliau berdoa, Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zholim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 87)

Dalam doa ini, nabi Yunus a.s mentauhiidkan Alloh Swt., lalu bertasbih mensucikan–Nya bahwa setiap perbuatan Alloh pastilah yang terbaik meski hal itu tidak sesuai keinginan kita sebagai makhluk. Apalah arti keinginan kita, karena keinginan kita seringkali didorong oleh hawa nafsu. Kemudian, nabi Yunus a.s merendahkan diri di hadapan Alloh Swt. dengan mengakui tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki kekuatan apa-apa kecuali jika Alloh memberikan.

Maka saudaraku, semoga kita termasuk golongan orang yang gemar berdoa kepada Alloh sebagai bentuk ibadah kita kepada-Nya. Diiringi rasa optimis, baik sangka dan keyakinan bahwa apapun takdir Alloh pastilah yang terbaik bagi kita. Wallohua’lam bishowab.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About AndySyauqi