Home / Ulama / AaGym / Al Muntaqim, Alloh Yang Maha Mengancam
aagym - almuntaqim

Al Muntaqim, Alloh Yang Maha Mengancam

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Membolak-balikan hati, senantiasa memberi kita hidayah sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Salah satu asma Alloh adalah Al Muntaqim, Alloh Yang Maha Mengancam.

Saudaraku, sesungguhnya tiada yang lebih mencintai kita selain dari Pencipta kita, yaitu Alloh Swt. Alloh Yang Menciptakan kita, Alloh Yang Mencukupi Rezeki kita, Alloh Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Sehingga jika ada ancaman dari Alloh, maka itu adalah ancaman sebagai tanda cinta-Nya kepada kita. Alloh mengancam makhluk-Nya dengan adzab, adalah karena Alloh mencintai kita dan ingin agar kita selamat dalam hidup.

Alloh memberikan ancaman supaya kita selamat, bukan supaya kita celaka. Namun, jika kita akhirnya celaka, maka pasti itu adalah akibat pilihan kita sendiri, kita memilih untuk melanggar larangan Alloh sehingga kita menzholimi diri kita sendiri. Oleh karena itulah Rosululloh Saw. mencontohkan sebuah doa, “Katakanlah, Allohumma inni zholamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa Anta faghfirli min ‘indika maghfirotan innaka antal ghafurur rohim (Ya Alloh, sesungguhnya aku telah banyak menzholimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang.” (HR. Bukhori)

Allah menciptakan neraka sebagai sebuah ancaman supaya kita tidak masuk ke dalamnya. Alloh pun menciptakan sarana untuk kita bisa menjauhi neraka, yaitu dengan berbagai bentuk ibadah yang mengandung banyak kebaikan untuk diri kita. Jika kita melakukan dosa, maka Alloh pun menyediakan sarana untuk keselamatan kita yaitu taubat.

Bahkan, satu niat untuk berbuat baik akan dicatat sebagai kebaikan dan dilipatgandakan pahalanya meskipun itu baru sebatas niat. Sedangkan perbuatan dosa hanya akan dicatat sebagai satu keburukan itupun jika sudah dilakukan. Maasyaa Alloh.

Semoga keyakinan kita kepada Alloh semakin hari semakin kuat. Dan, langkah kita di jalan Alloh semoga semakin istiqomah. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Syauqi | Sunnah Style dan Hijab Sabila Gallery

Comments

comments

About andysyauqi