Home / Ulama / AaGym / Agar Bisnis Jadi Ibadah – AaGym
pasar-tradisional

Agar Bisnis Jadi Ibadah – AaGym

Alhamdulillah! Semoga Alloh Swt. Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi Rezeki, mengolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang giat berikhtiar menjemput rezeki hanya yang baik dan halal. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Bisnis adalah ibadah. Karena setiap aktifitas yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah menjadi ladang amal sholeh bagi dirinya, termasuk yang takdirnya menjadi seorang pedagang.

Ibadah itu minimal ada dua syaratnya. Pertama, niat lurus lillaahi ta’ala, hanya mengejar ridho Alloh Swt. Dan yang kedua, caranya benar di jalan Alloh Swt.

Mengapa bisnis kita harus jadi ibadah? Karena kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa rezeki itu sepenuhnya sudah diatur oleh Alloh Swt. Setiap makhluk yang Alloh ciptakan itu sudah dilengkapi dengan rezekinya. Mari kita renungkan firman Alloh Swt.,

وَمَا مِن دَآبَّةٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ۚ كُلٌّ۬ فِى ڪِتَـٰبٍ۬ مُّبِينٍ۬

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud [11] : 6)

Tidak ada satupun yang terlewat di antara segala makhluk yang ada di alam semesta ini, kecuali telah Alloh Swt. jamin rezekinya. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam rahim ibunya, Alloh sudah jamin rezekinya meski ia belum bisa berikhtiar untuk menjemput rezeki Alloh Swt.

Setelah beranjak dewasa, manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar untuk menjemput rezeki Alloh Swt. yang bertebaran di muka bumi ini. Mengapa kita istilahkan dengan ‘menjemput’, bukan ‘mencari’? Karena kalau ‘menjemput’ itu sudah pasti ada, sedangkan ‘mencari’ itu belum tentu ada.

Hanya saja apakah kita terampil menjemput rezeki Alloh Swt. sesuai dengan tatacara yang Alloh ridhoi, ataukah tidak. Inilah yang menentukan keberkahan rezeki yang kita peroleh. Inilah yang menentukan ikhtiar kita menjadi ibadah ataukah tidak.

Jika niat kita lurus dan cara kita benar, maka kita akan berjumpa dengan rezeki yang menjadi hak kita dalam keadaan berkah. Hati kita akan tenang, kebutuhan kita akan tercukupi, dan menjadi amal sholeh yang bernilai ibadah di hadapan Alloh Swt.

Sedangkan jika niat kita salah dan tatacara ikhtiar kita juga tidak sesuai dengan yang Alloh ridhoi, maka kita akan diliputi oleh rasa cemas dan gelisah, tidak yakin akan jaminan Alloh, kita merasa harus bertarung dengan orang lain, kita lupa bahwa setiap orang sudah ada jatah rezekinya masing-masing.

Bisnis itu adalah amal sholeh dan ibadah. Bahkan bisnis dicontohkan pula oleh nabi Muhammad Saw. Bisnis harus menjadi ibadah dengan cara niat yang lurus karena Alloh Swt. dan tatacara yang juga baik dan benar sesuai dengan yang Alloh ridhoi. Kejujuran, bertanggungjawab, tidak berbuat curang dalam timbangan, memberikan informasi apa adanya tentang kondisi barang dagangan kepada konsumen, adalah beberapa di antara wujud ikhitar yang baik dan benar.

Jika demikian, maka Alloh Swt. akan memberikan kemudahan memperoleh ide dan inspirasi kepada kita sehingga bisnis kita semakin berkah, semakin bermanfaat bagi lebih banyak orang, dan bernilai ibadah. In syaa Alloh.[]

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh House Of Leather dan Shareefa.co.id

Comments

comments

About AndySyauqi