Home / Ulama / AaGym / Untung dan Rugi
aagym - untung dan rugi

Untung dan Rugi

 

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang selalu merasa ditatap oleh Alloh Swt. Siapapun yang merasa ditatap oleh Alloh, akan terhindar dari kemaksiatan dan perbuatan dosa. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita adalah makhluk ekonomi yang cenderung selalu berhitung untung dan rugi. Kita adalah makhluk yang cenderung ingin untung dan takut rugi. Ini memang sunnatulloh, Alloh sudah mendesain diri kita untuk memiliki kecenderungan seperti demikian. Bahkan, Alloh juga yang mengajarkan tentang keuntungan dan kerugian. Adanya surga adalah keuntungan yang Alloh janjikan, dan adanya neraka adalah kerugian yang Alloh janjikan.

Namun, sebenarnya apa untung dan rugi itu? Biasanya kita merasa rugi kalau ada sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Ada satu surat pendek di dalam Al Quran yang menurut Imam Syafii jika kita baca maka ini sudah mencukupi untuk hidup tidak rugi. Surat tersebut adalah surat Al ‘Ashri.

Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling mewasiati supaya mentaati kebenaran dan saling mewasiati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)

Dalam sebuah keterangan yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni disebutkan bahwa dahulu para sahabat Nabi Saw. jikalau mereka hendak berpisah dari suatu pertemuan, maka sebelum berpisah salah satu dari mereka akan membaca surat Al ‘Ashr ini.

Dalam ayat ini Alloh Swt. menyampaikan empat hal yang jika kita miliki empat hal ini maka kita tidak akan rugi. Pertama, adalah keimanan. Kedua, adalah amal sholeh. Ketiga, wasiat kebenaran. Dan keempat, wasiat kesabaran.

Imam Ibnu Qoyyim menerangkan ayat ini bahwa orang yang tidak akan rugi itu adalah orang yang memahami kebenaran sehingga ia beriman. Kemudian, orang yang mengamalkan kebenaran. Kemudian, orang yang mendakwahkan kebenaran. Dan yang terakhir adalah orang yang bersabar ketika dia sedang memahami, mengamalkan dan menyampaikan.

Maka, untung rugi itu bukanlah diukur secara materi saja. Untung rugi dalam hal materi adalah urusan yang sangat kecil dalam kehidupan ini. Kerugian yang besar adalah jikalau kita tidak memiliki keimanan, tidak beramal sholeh, tidak mau menyampaikan kebenaran dan tidak mau bersabar. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Semoga Alloh senantiasa membimbing kita sehingga kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

 

 

Comments

comments

About andysyauqi