Home / Ulama / AaGym / Bergembira Karena Jadi Jalan Kebaikan
aagym - bergembira jadi jalan kebaikan

Bergembira Karena Jadi Jalan Kebaikan

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Melihat setiap perbuatan makhluk-Nya. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Mengetahui setiap maksud dan niat yang terselip di dalam hati setiap hamba-Nya. Tiada yang patut disembah selain hanya Alloh Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Imam Ibnu Athoillah, semoga Alloh merohmatinya,  menerangkan, “Jangan merasa gembira atas perbuatan taat karena engkau merasa telah bisa melaksanakannya. Tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia, taufik, hidayah dari Alloh kepadamu. Katakanlah, “Dengan kurnia Alloh dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Alloh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10] : 58).

Jangan merasa gembira karena telah melakukan ketaatan dan kebaikan. Tapi bergembiralah atas perbuatan tersebut karena kita ditolong oleh Alloh sehingga bisa taat. Kalau kita bergembira dengan mengucapkan, “Alhamdulillah saya bisa bersedekah!”, ini masih kelas biasa-biasa saja. Ungkapkanlah, “Alhamdulillah, Alloh menjadikan saya sebagai jalan rezeki bagi hamba Alloh lainnya.”

Jadi, yang berbuat kebaikan itu adalah Alloh secara utuh sepenuhnya. Seperti kita memberi santunan kepada anak yatim. Sesungguhnya santunan yang berupa uang, pakaian atau makanan itu adalah memang rezeki anak yatim dari Alloh Swt. Adapun kita hanya menjadi jalannya. Ketika kita menyantuni anak yatim, dan bergembira akan hal itu diiringi rasa yakin bahwa semua itu adalah kebaikan Alloh sedangkan kita hanya menjadi jalan, maka ini ciri tauhid di dalam hati kita yang semakin baik.

Bergembira atas perbuatan Alloh yang telah menjadikan kita jalan kebaikan dan ketaatan, akan membuat kita senantiasa rendah hati dan memiliki tauhid yang bersih dan kokoh. Juga akan membuat kita lebih mudah selamat dari jebakan rasa ujub, sombong, riya, sum’ah. Karena hakikatnya kita memang tidak memiliki apa-apa. Keberlimpahan yang kita miliki pun bukan milik kita, tetapi hanya titipan dari Alloh Swt. Kemampuan kita mengumpulkannya pun bukanlah murni kemampuan kita, melainkan karena Alloh memampukan kita.

Marilah kita senantiasa bergembira dan bersyukur karena telah dipilih oleh Alloh untuk menjadi jalan kebaikan. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dilimpahi karunia berupa jalan-jalan kebaikan sehingga semakin bernilailah kita di hadapan Alloh SWt. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

 

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About andysyauqi