Home / Ulama / AaGym / Adab Mencari Ilmu
aagym - adab mencari ilmu

Adab Mencari Ilmu

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tak ada satupun kejadian di alam semesta ini kecuali terjadi karena izin Alloh dan dalam kekuasaan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita yakin bahwa Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. Alloh Maha Kuasa atas segala macam ilmu. Dan, masuknya ilmu kepada diri kita pun dengan izin Alloh. Menuntut ilmu adalah bentuk amal sholeh kita sebagai ibadah kita kepada-Nya, dan Alloh-lah Yang Maha Kuasa memberikan ilmu itu ke dalam diri kita.

Rasulullah Saw. bersabda, “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR. Ibn Abd Barr)

Menuntut ilmu itu bukanlah sebatas hanya untuk pekerjaan, hanya untuk ijazah atau hanya untuk gelar. Menuntut ilmu haruslah punya tujuan yang jauh lebih besar dari sekedar hal-hal tersebut. Kita menuntut ilmu adalah supaya bisa lebih mengenal Alloh dan lebih dekat dengan-Nya. Karena dengan ilmu kita bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas dan lebih dalam tentang tanda-tanda kebesaran Alloh Swt.

Oleh karena itu, senantiasa awali aktifitas menuntut ilmu kita dengan berdoa, Robbii zidnii ‘ilman”. Berdoa dan memohon kepada Alloh agar dikaruniai ilmu yang menyebabkan kita semakin dekat dengan-Nya.

Setelah kita memiliki ilmu atau pemahaman tentang sesuatu, ilmu dan kepandaian kita diakui oleh banyak orang, maka peliharalah hati kita dari penyakit sombong. Karena kita menuntut ilmu bukan untuk penilaian orang, melainkan sebagai ketaatan kita kepada Alloh Swt. Apalagi ilmu yang kita miliki pun tiada lain adalah karunia dari Alloh Swt.

Maka, masalah niat adalah penting kita perhatikan sejak awal menuntut ilmu. Semakin lurus niat kita lillaahi ta’ala, akan semakin Alloh memberikan kemudahan pemahaman bagi kita tentang ilmu yang sedang kita pelajari.

Selanjutnya, setiap orang pasti akan memiliki cara pandang dan pemahaman yang berbeda. Maka, salah satu adab menuntut ilmu adalah menghargai perbedaan pandangan atau pemahaman ini. Karena pemahaman yang kita miliki masing-masing ini sangatlah terbatas. Hari ini kita memiliki pemahaman A, boleh jadi besok Alloh memberikan kita pemahaman A, B dan C. Diskusi ilmu yang terjadi kita dengan orang lain jadikanlah sarana untuk saling bertukar informasi. Sehingga kita tidak bertengkar karena kebodohan kita, melainkan kita bertukarpikiran karena keilmuan. Insyaa Alloh, ilmu kita akan semakin bertambah dan semakin berkah. Wallohu a’lam bishowab.[]

 

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Muslim Designer, Niaga Berkah dan Jilbab SHAREEFA

Comments

comments

About andysyauqi