Home / Kajian / Aqidah / NATALAN ADALAH BID’AH DHOLALAH (Menurut Sebagian Umat Kristen)
25des

NATALAN ADALAH BID’AH DHOLALAH (Menurut Sebagian Umat Kristen)

Terlalu banyak umat Kristen yang tidak meyakini dan mengingkari bahwa Tuhan dan sesembahan mereka “Yesus Kristus” dilahirkan pada tanggal 25 Desember.

Diantara argument yang mereka sebutkan atas pengingkaran tersebut adalah :

Pertama : Al-Kitab mengisyaratkan bahwa Yesus dilahirkan di musim panas dan bukan di musim dingin.

Dalam injil Lukas 2 : 6-11: ((Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anak yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.))
Adam Clarke berkata : “Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan Nopember, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba yang berkeliaran di padang terbuka. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan September inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti yang ada, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan”

Kedua : Banyak pendeta kaum Kristen yang menyatakan bahwa tanggal 25 desember adalah hari kelahiran dewa matahari. Dalam artikel Origin Of Christmas : ((Mengapa Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember? Kebanyakan orang berasumsi bahwa itu hari raya Kristen dan bahwa itu adalah perayaan kelahiran Yesus. Tapi ternyata bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Namun, sejumlah besar dewa-dewa kafir yang lahir pada hari itu. Bahkan, orang-orang kafir merayakan sebuah festival yang melibatkan tokoh supranatural heroik yang mengunjungi sebuah pohon cemara dan daun hadiah pada tanggal 25 Desember jauh sebelum Yesus pernah lahir. Dari akar awal Babel, perayaan kelahiran atau kelahiran kembali dari dewa matahari pada tanggal 25 Desember kemudian dirayakan di bawah berbagai nama di seluruh dunia kuno.))

Menurut The Encyclopædia Britannica, beberapa orang yang mengaku Kristen ”ingin agar tanggalnya bertepatan dengan perayaan kafir Romawi untuk memperingati . . . titik balik matahari pada musim dingin, ketika siang hari mulai lebih panjang dan matahari mulai naik lebih tinggi di langit”. Karya referensi yang sama menyebutkan bahwa banyak kebiasaan Natal berasal dari ”perayaan pertanian dan matahari pada pertengahan musim dingin yang bersifat kafir”.

Ketiga : Yang diinginkan oleh Yesus adalah merayakan hari kematiannya, karena itu hari pengorbanannya untuk menebus dosa-dosa umat Kristen, bukan memperingati kelahirannya. Karenanya tidak ada ayat dalam injil yang menjelaskan dengan pasti kapan kelahirannya, dan tidak pula ada ayat dalam injil yang memerintahkan untuk merayakan hari kelahirannya.

Adapun ayat yang memerintahkan untuk merayakan kematiannya adalah injil Lukas 22 : 19 ((Lalu Ia (Yesus) mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahnya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya : “Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”)).

Keempat : Tidak ada murid-murid Yesus yang pernah merayakan hari kelahiran Yesus, demikian juga perayaan ini tidak dikenal oleh kaum Kristen di zaman awal. (silahkan lihat situs umat Kristen http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/2010247)

Argumen ke-empat inilah yang menarik perhatian penulis. Ternyata sebagian kaum Kristen menolak merayakan hari kelahiran Yesus karena hal ini tidak pernah dilakukan oleh Salaf (pendahulu) mereka ??!!. Akhirnya perayaan ini tidak dianggap sebagai bid’ah hasanah, akan tetapi dianggap sebagai bid’ah dholalah yang harus ditinggalkan !!.

Berikut perkataan sebagian mereka :

((“Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari mesir.” Catatan sejarah menunjukkan, bahwa dewa matahari bangsa Romawi mengadopsi konsep dewa-dewa Mesir. Catholic Encyclopedia, edisi 1911“))

((“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut. Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi.” Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944“))

((Tetapi tidak ada bukti bahwa murid-murid Yesus pada abad pertama merayakannya. Buku Sacred Origins of Profound Things (Asal-usul Sakral dari Hal-hal yang Bermakna Dalam) menyatakan,”selama dua abad setelah lahirnya Kristus, tidak seorangpun tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya ia lahir.” Seandainya murid-murid Yesus tahu persis kapan tanggal lahirnya, merekapun tidak akan merayakannya. Mengapa? Karena seperti dikatakan The World Book Encyclopedia, orang Kristen masa awal,”menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan kafir”

Alkitab hanya menyebutkan 2 perayaan hari lahir, yaitu yang diadakan oleh dua penguasa yang tidak menyembah Allah yang benar (Kejadian 40:20; Markus 6:21) Perayaan hari lahir juga diadakan untuk menghormati dewa-dewi orang kafir. Misalnya, pada tanggal 24 Mei orang Romawi merayakan hari lahir dewi Diana. Keesokan harinya mereka memperingati hari lahir dewa matahari mereka, Apolo. Jadi,perayaan hari lahir dikaitkan dengan kekafiran, bukan dengan Kekristenan.))

((Menurut saya tidak ada sesuatu apapun yang harus ditambahkan atau dikurangkan di dalam Alkitab. Jadi perayaan natal dll yang semuanya tidak ada di Alkitab itu salah dimata Tuhan. Karena iman kristiani hanya berdasarkan Alkitab semata. Perayaan natal hanyalah pikiran manusia dan bumbu-bumbu dalam sebuah keagamaan. Jelas sudah 25 Desember awalnya dari peyembahan berhala tetapi kenapa kita masih mentolerir ini dgn masih merayakannya?? Belum lagi sejarah pohon Natal,sinterklas, tukar kado, dll itu semua bagian dari penyembahan berhala yang diadaptasi di dalam kekristenan. Kalau kita masih merayakan Natal berarti kita masih meragukan Alkitab dengan mengatakan Alkitab itu kurang…!))

Renungkan kembali pernyataan-pernyataan mereka :

–         Perayaan natalan hanyalah bentuk tasyabbuh dengan orang-orang kafir

–         Perayaan natal tidak pernah dilakukan oleh salaf (pendahulu) mereka

–         Jika murid-murid Yesus pun tahu hari kelahiran Yesus, maka mereka tidak akan merayakannya, karena ini merupakan kebiasaan orang kafir

–         Perayaan natal bertentangan dengan ayat yang benar, yang justru memerintahkan merayakan hari kematian bukan hari kelahiran…

–         Perayaan natal merupakan hasil pikiran manusia (tidak terdapat dalam injil, jadi bukan perintah Tuhan)

–         Kalau masih tetap nekat merayakan hari natal berarti melazimkan menganggap Al-Kitab itu kurang…yang tentunya melazimkan bahwa agama Kristen tidak sempurna.

Subhaanallah…semua argument ini persis argument seorang muslim yang menolak bid’ah !!!

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 19-02-1435 H / 22-12-2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

Comments

comments

About AndySyauqi