Home / Berita / Wahdah Islamiyah: Dunia Internasional Harus Tegas Terhadap Myanmar
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin melambaikan tangan kepada sejumlah peserta pada Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin melambaikan tangan kepada sejumlah peserta pada Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Wahdah Islamiyah: Dunia Internasional Harus Tegas Terhadap Myanmar

JAKARTA — Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, meminta dunia internasional bertindak tegas ke Myanmar. Pengucilan, menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan, demi menghentikan kekerasan, demikian diberitakan Republika.

“Kalau bisa ada usaha mengucilkan pemerintah Myanmar dari pergaulan internasional,” kata Zaitun di sela-sela Seminar Internasional Save Rohingya, Rabu (15/12), seperti dikutip Republika.

Ia pun mempertanyakan peran Aung San Suu Kyi menjaga perdamaian di Myanmar, mengingat dia merupakan peraih Nobel Perdamaian. Bahkan, Zaitun merasa gelar itu sebaiknya dicopot, lantaran Suu Kyi terbukti tidak bisa melakukan apa-apa di Rakhine.

Ia meminta dunia internasional tidak cuma menganggap apa yang terjadi di Rakhine sebagai masalah komunal semata. Pasalnya, kekerasan terhadap warga Rohingya jelas-jelas dilakukan militer, dan ada keterlibatan pemerintahnya dengan pembiaran.

“PBB harus turun tangan, tidak bisa HAM diindahkan,” ujar Zaitun.

Ia menegaskan kekerasan dalam berbagai bentuk sudah harus benar-benar dihentikan di Rakhine. Menurut Zaitun, jika warga Rohingya terus mengungsi ke negara-negara tetangga, bisa-bisa akan habis populasi Rohingya di Myanmar.

Comments

comments

About Agus Iskandar Darmawan