Home / Berita / Polisi yang Baik itu.. BANYAAK

Polisi yang Baik itu.. BANYAAK

165700_budiman12┬áJakarta – Aiptu Budiman dikenal sebagai polisi. Penjahat kejam dan residivis kambuhan dia tangkap tak kenal ampun. Budiman bertugas di bagian reserse Polda Jabar.

Itu dahulu di masa 1998-2010, saat dia berdinas di Polda Jabar. Tim yang spesialis menangkap perampok, bajing luncat dan begal itu kini sudah dibubarkan.

Budiman saat itu, selain sebagai polisi sadis juga suka mabuk, judi, narkoba, dan pergaulan malam. Bahkan dia pernah dikenakan sanksi tak dinaikan pangkatnya dua kali.

“Jauhlah dengan dulu mah, sekarang sudah berubah 180%,” terang Wakapolres Bandung Kompol Agung N Masloman saat berbincang, Sabtu (14/2).

Masloman menjelaskan, Budiman memang hidup di jalan. Dia salah satu reserse terbaik. Sejumlah kasus pernah ditangani timnya. Masloman saat itu menjadi kepala tim lapangan.

Masloman membeberkan sejumlah kasus mulai dari kasus Napi di Lapas Sukamiskin yang kabur, pembunuhan guru besar hukum Unpar, pembunuhan staf Konjen Prancis, hingga perampokan toko emas.

“Kalau si Abah Budiman ini di lapangan terus. Kita semua di lapangan semua, jadi mau makan, tidur, du lapangan semua termasuk Si Budiman. Saya salutlah kalau dikasi tugas itu betul-betul tanggung jawab. dan memang di lapangan terus ya,” urai Masloman.

Hingga pada 2010 tim yang dia pimpin bubar. Budiman kembali ke Purwakarta dan anggota pasukan yang lain disebar ke sejumlah Polres.

“iya. memang waktu itu bareng di sana. ngobrol, ketemu ya mungkin bukan saya atau si Abah mendapat rahmat dari Allah bisa seperti sekarang inilah. perubahan-perubahan. tapi alhamdulilah jauhlah.

Hingga kemudian, Masloman tahu Budiman membangun pesantren dan lebih fokus ke agama. Pesantren itu juga menampung anak yatim hingga 200-an lebih. Masloman dan sejumlah rekan membantu biaya pembangunan dan operasional pesantren itu.

“Itu kan ya wallahuallam lah Allah Yang Maha Kuasa. Alhamdulilah yang sekarang itu ada 215-an lah anak-anak yang ikut di pesantren kita,” terang dia.

“Ya kita juga back-uplah yang satu tim kita yang rutin,” tambah dia.

Masloman menyampaikan, rasa syukurnya. Anggota tim Bulik tetap menjalin silaturahmi dan bahkan urunan membantu pesantren.

“Ya itulah bisa bikin pesantren, majelis dzikir, khusus anak yang bisa nampung 200-an orang anak yatim dengan modal awal dari pribadi, dari gaji, diurunanin bisa jadi seperti ini. Itu positifnya kan, Alhamdulilah Pak Bupati Purwakarta membantu, sekarang sudah ada donatur-donatur gitu, Kabupaten Purwakarta juga mendukung penuh,” tutup Masloman.

 

sumber : detik.com
Website ini didukung oleh House Of Leather dan Shareefa.co.id

Comments

comments

About AndySyauqi