Home / Berita / Kerja Sama Pesantren di ASEAN Berdampak Luar Biasa
wakil-presiden-jusuf-kalla-kanan-berjabat-tangan-dengan-menteri-(Republika)
wakil-presiden-jusuf-kalla-kanan-berjabat-tangan-dengan-menteri-(Republika)

Kerja Sama Pesantren di ASEAN Berdampak Luar Biasa

JAKARTA — Hamdar Arraiyya, Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kementerian Agama, menilai, kerja sama antar pesantren di ASEAN akan luar biasa dampaknya. Jika ada program lainnya yang hendak dikerjakan bersama, Hamdar menyarankan untuk menekankan pada aspek ekonomi.

Kesadaran untuk memacu unit usaha pesantren pun sudah ada, seperti pertanian yang dilakukan oleh pesantren sehingga pesantren bisa mencukupi kebutuhannya. “Kalau masyarakat mau memberi kepada pesantren, silakan. Kalau kalau pesantren meminta, tidak. Ayo, berbagi kunci pesantren bisa mandiri,” kata Hamdar, Kamis (15/12), seperti dikutip Republika.

Program bersama untuk peningkatan kualitas pesantren di ASEAN sehingga pesantren tidak mulai dari nol juga ada yang bisa dicontoh. Hamdar mengungkapkan, selain pertukaran santri dan guru pesantren di ASEAN, studi banding dan saling kunjung ulama dan santri juga bagus untuk dilakukan.

Hamdar juga mengatakan pemahaman amar ma’ruf nahi munkar perlu diperluas. Dia mengungkapkan yang tidak baik dari pehamanan akal juga munkar. Dia menyarankan agar para pengasuh pesantren membaca tulisan para guru seperti Gus Sholah dan KH Hasyim Muzadi yang ada di media nasional, bahkan kalau bisa berlangganan media yang tiap pekan memuat tulisan para ulama.

KH Abdul Gaffar Rozin, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), pada sesi akhir Halaqah Ulama ASEAN mengatakan, ada tambahan pertimbangan yang diusulkan dalam Bogor Commitmen, kesepakatan hasil Halaqah Ulama ASEA, antara lain poin khoiru ummah. Poin yang sudah disepakati di sana termasuk program penguatan ekonomi dan pertukaran santri dan guru.

Comments

comments

About Agus Iskandar Darmawan