Home / Berita / Ahok Resmi Jadi Tersangka, Aa Gym Gelar Konferensi Pers, Inilah Isinya
agusid
agusid

Ahok Resmi Jadi Tersangka, Aa Gym Gelar Konferensi Pers, Inilah Isinya

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menggelar konferensi pers terkait kasus Penistaan Agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada Kamis (17/11). Konferensi ini digelar menyusul penetapan Ahok menjadi tersangka pada Rabu (16/11) kemarin.
Dalam konferensi yang dilakukan di Aula Daarul Hidayah, Masjid DT Bandung itu, Aa Gym mengungkapkan apresiasinya kepada Presiden dan Kapolri yang telah menindaklanjuti kasus Ahok. Beliau mengajak kepada masyarakat untuk terus mengawal proses selanjutnya.
“Terima kasih juga kepada Pak Jokowi, Kapolri yang sudah menindaklanjuti ini. Mudah-mudahan terus disempurnakan dan semua masyarakat ikut mengawal dalam proses keadilan ini,” ungkap Aa Gym.
Dalam konferensi pers yang digelar singkat itu, Aa Gym juga menyampaikan proses hukum kasus Ahok tidak lepas dari peranan para ulama yang menunjukan sikap toleransi yang tepat. “Saya kira kita harus sangat hormat dan bersyukur dengan kehadiran ulama ini karena ke depan, masalah tolerasi ini mudah-mudahan akan jadi lebih baik, dengan adanya sikap para ulama,” ungkapnya.
Aa Gym juga mengajak semua pihak, termasuk Ahok yang sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka, untuk bisa mengambil hikmah dari kasus penistaan agama ini. “Kepada pak Ahok mudah-mudahan bisa dapat hikmah dari semua ini. Akan jauh lebih besar ke depan manafaatnya, jikalau merenungkan, meluangkan waktu untuk menafakuri dan semoga ke depan semua menjadi lebih baik, berani mengevalusi diri,” tutur Aa Gym.
Beliau menyampaikan ada tiga hikmah dari kasus penistaan agama itu. Hikmah pertama adalah pentingnya keadilan. Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid itu menegaskan, alasan utama terjadinya kasus Ahok adalah karena adanya ketidakadilan yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya, berbicara tidak pada tempatnya, dan menangani tidak pada waktunya yang mengakibatkan persoalan semakin besar.
“Oleh karena itu, mudah-mudahan sesudah ini kita benar-benar mengevaluasi rasa adil kita, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Siapa pun; kepala negara, kepolisian, para tokoh, para pejabat, termasuk kita, rakyat,” tutur Aa Gym.
Hikmah kedua adalah pentingnya akhlakul karimah. Aa Gym mengungkapkan, bagus dalam bekerja saja tidak cukup. Beliau mengajak semua orang untuk berkakhlak baik, terutama para pemimpin. Seorang pemimpin tidak cukup bagus dalam bekerja saja melainkan juga harus memiliki akhlak yang baik.
“Mudah-mudahan dengan kejadian ini siapa pun yang memilih pemimpin tidak cukup hanya menilai kinerja, tetap juga wajib menilai akhlak. Kerena inilah yang menjadi kemulian sesungguhnya seorang pemimpin,” ucapnya.
Hikmah ketiga dari kejadian Ahok adalah menjadi momentum bagi umat Islam untuk lebih banyak berinteraksi dengan al-Quran dan berakhlak al-Quran. Aa Gym menjelaskan, pembela al-Quran susungguhnya adalah mereka yang lebih banyak membaca, memahami, dan mengamalkan al-Quran. “Saya kira negeri ini akan jauh lebih berkah ketika umat Islam tampil dengan akhlak-akhlak al-Quran,” tandasnya.
“Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan mendoakan negeri ini jauh lebih dewasa dengan lebih matang. Memiliki pemimpin yang berkualitas dengan kebersihan hati dan kejernihan berpikir yang semakin dekat dengan akhlak Rasulullah saw sehingga tidak hanya membangun fisik negeri ini tapi membangun iman, membangun akhlak, dan bangsa ini,” pungkas Aa Gym.

Comments

comments

About Agus Iskandar Darmawan