Home / Berita / 12 Ribu Warga Sipil Suriah Dievakuasi dari Aleppo Timur
Evacuees from rebel-held eastern Aleppo ride on pick-up trucks along the government-held area of al-Ramousah bridge,  Syria December 16, 2016. REUTERS/Omar Sanadiki
Evacuees from rebel-held eastern Aleppo ride on pick-up trucks along the government-held area of al-Ramousah bridge, Syria December 16, 2016. REUTERS/Omar Sanadiki

12 Ribu Warga Sipil Suriah Dievakuasi dari Aleppo Timur

ISTANBUL — Mevlut Cavusoglu, Menteri Luar Negeri Turki mengatakan sebanyak 12 ribu warga sipil sejauh ini telah dievakuasi dari Aleppo bagian timur, Suriah, termasuk 4.500 orang sejak tengah malam, demikian dilansir Republika, Selasa (20/12)

“Termasuk 4.500 orang di Aleppo timur sejak tengah malam, 12 ribu warga sipil total dievakuasi sejauh ini ke daerah di bawah kendali oposisi,” twitnya melalui akun Twitter miliknya.

Puluhan bus yang membawa ribuan orang dari zona kecil pemberontak di Aleppo mencapai daerah gerilyawan di pedesaan ke arah barat dari kota, menurut seorang pejabat PBB dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Evakuasi tersebut adalah hasil dari negosiasi yang intens antara Rusia, pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Turki, yang mendukung beberapa kelompok pemberontak besar.

Sementara itu Dewan Keamanan PBB menyepakati sebuah rancangan resolusi yang ditujukan untuk memastikan bahwa para pejabat PBB dapat memantau evakuasi dari kota Aleppo, Suriah. Kegiatan evakuasi itu terhenti pada Jumat setelah adanya permintaan dari pasukan pro-pemerintah yang meminta orang-orang dikeluarkan dari dua desa Syiah yang dikepung oleh pihak pemberontak.

Pelaku bersenjata membakar lima unit bus yang akan digunakan dalam evakuasi itu dekat Idlib pada Ahad, menahan kesepakatan baru untuk mengizinkan ribuan orang meninggalkan Aleppo timur, dimana mereka yang melakukan evakuasi harus berdesakan dalam bus selama berjam-jam. Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre mengatakan pernyataan kompromi itu didasarkan oleh rancangan yang diajukan oleh Prancis dan menjelaskan bahwa pemungutan suaranya ditunda hingga Senin.

Rancangan kesepakatan yang baru meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon mengambil langkah mendesak untuk membuat pengaturan, termasuk pengaturan keamanan dalam konsultasi dengan para pihak yang terlibat, untuk mengizinkan pengamatan oleh PBB dan sejumlah institusi yang relevan untuk keselamatan para warga, di dalam wilayah timur kota Aleppo. Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power, mengatakan kepada para wartawan bahwa dewan diperkirakan akan mengumpulkan suara untuk pernyataan ini pada 09.00 waktu setempat.

Duta Besar Rusia Vitaly Churkin mengatakan kepada para wartawan: “Saya rasa kami memiliki pernyataan yang baik”. Churkin sebelumnya mengatakan, pada Ahad, bahwa Rusia akan menggunakan hak vetonya terhadap rancangan awal dari Prancis, yang dia sebut sebagai “bencana”. Rusia, yang memberikan bantuan militer kepada pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad, telah menggunakan hak vetonya terhadap enam resolusi Dewan Keamanan terhadap Suriah sejak perang itu dimulai 2011 lalu. Cina bergabung dengan Moskow dalam memveto lima resolusi.

Rancangan resolusi yang akan dilakukan pemungutan suaranya meminta PBB dan para institusi lainnya untuk melakukan pengawasan yang memadai, netral dan pemantauan langsung terhadap proses evakuasi dari Aleppo timur dan wilayah-wilayah lainnya di kota itu. Rancangan itu juga menuntut seluruh pihak untuk memberikan akses yang aman, langsung dan bebas halangan bagi pengawasan itu. Ban akan melaporkan kembali pemberlakuan resolusi itu setelah diberlakukan selama lima hari.

Sebuah tindakan keras yang dilakukan oleh Assad terhadap para demonstran pro-demokrasi 2011 lalu menyebabkan terjadinya perang saudara, dan para militan ISIS memanfaatkan kekacauan yang ada untuk menduduki sejumlah wilayah di Suriah dan Irak. Setengah dari 22 juta jiwa penduduk Suriah telah melarikan diri dan lebih dari 400 ribu orang tewas.

Comments

comments

About Agus Iskandar Darmawan